CSIRO dan Unhas Evaluasi Dampak Penelitian SUD Mamminasata

 CSIRO dan Unhas Evaluasi Dampak Penelitian SUD Mamminasata

Kegiatan workshop yang digelar di Unhas (Gambar: irlan)


Medialingkungan.com – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Natural Heritage, Biodiversity and Climate Change Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Commonwealth Scientify and Industry Research Organization (CSIRO), sebuah organisasi yang bergerak pada bidang perubahan iklim menggelar workshop dan diskusi ilmiah untuk mengevaluasi penelitian Sustainable Urban Development (Pembangunan Kota Berkelanjutan) di wilayah Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata) Selasa (28/04).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Evaluasi Dampak Penelitian Sustainable Urban Development di Wilayah Mamminasata : Refleksi dan Peluang Baru’ ini dihadiri oleh Kepala Puslitbang Natural Heritage, Biodiversity and Climate Change, Dr. Ir. Roland A. Barkey, serta beberapa guru besar Unhas antara lain Prof. Dr. Ir. H. Amran Achmad, M.Sc dan Prof Ananto, dan juga dihadiri oleh salah seorang peneliti dari CSIRO, Dewi Kirono.

Dewi dalam workshop tersebut menyebutkan setidaknya ada 4 hal yang berhasil dicapai dalam penelitian ini yakni simulasi iklim regional dengan menggunakan 5 model sejak tahun 1970 hingga 2010, pengetahuan terkait ketahanan air di Makassar yang menyebutkan tahun 2020 jika Makassar tidak menerapkan master plan yang berkelanjutan akan kekurangan air, strategi dan pilihan adaptasi untuk ketahanan pelayanan air serta Unhas yang kini menjadi centre of excellence terkait ketahanan air.

“Tugas Unhas sebagai peneliti telah selesai. Sekarang yang menjadi fokus dari proyek ini adalah bagaimana memperluas dampak penelitian dari ini. Unhas harus menjadi salah satu agen of change,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Ir Ananto Yudono, M.Eng juga mengungkapkan bahwa unhas tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, namun juga harus melakukan pengabdian ke masyarakat sebagaimana yang terdapat dalam tri dharma perguruan tinggi.

“Unhas dapat berperan untuk mempublikasikan hasil penelitian ini kepada masyarakat dan itu dapat dilakukan dengan cara yang menarik dan bahasa yang sangat sederhana,” tegasnya.

Dewi juga menambahkan dari hasil evaluasi, terlihat pemerintah menyambut baik penelitian ini. “pemerintah sekarang getol mempropagandakan isu yang diangkat dari penelitian ini. Bahkan ada beberapa program yang lahir dari pemerintah berkat penelitian ini sebut saja proyek percontohan pemanenan air hujan serta taman edukasi ketahanan air,” lanjutnya.

Saat ditanya mengenai kesiapan Tim Unhas untuk melakukan proyek penelitian ini sendiri, Dewi mengatakan sebenarnya Tim Unhas telah siap untuk melakukannya sendiri tanpa ada bantuan lagi dari CSIRO.

“Terbukti sudah banyak yang hadir tadi telah menerapkan di beberapa mahasiswa bimbingannya untuk melakukan penelitian ini. Namun yang menjadi kendala utama adalah sumberdaya manusia Unhas sendiri. Ini kan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” tambahnya.

Untuk saat ini, dampak penelitian ini hanya sampai kepada kebijakan dan program pembangunan belum sampai ketahap proses perencanaan partisipatif dan implementasi yang dapat dirasakan oleh penerima manfaat.

Namun, penelitian mengenai hal di atas telah dilakukan di beberapa daerah di luar wilayah mamminasata seperti serta ada beberapa penelitian lainnya yang sedang dipersiapkan untuk itu.(Irlan)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *