Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Ditinggal Mudik, Polusi di Jakarta Turun Hingga 40 Persen
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (17/07) )Gambar: Okezone)
Medialingkungan.com – Mudik sudah menjadi pemanis tradisi perayaan Hari Raya Idul Fitri yang tiap tahun dilakukan. Tradisi ini membuat suasana ramai perkotaan berubah menjadi lengang – khususnya untuk wilayah Ibukota, Jakarta.
Warga Kota Jakarta — pada hari biasa — memiliki tingkat aktivitas yang sangat tinggi, hal itu berbanding lurus dengan tingginya mobilitas sosial warganya, hal tersebut bersangkut-paut dengan aktivitas lalu lintas di Jakarta yang selalu dibelenggu kemacetan. Akibatnya, gas buang Kendaraan bermotor memberikan kontribusi gas buang sebagai sumber polusi udara Jakarta sebesar 70 persen.
Namun, arus mudik memberikan dampak yang signifikan. Selain membuat lalu lintas di kota Jakarta secara umum menjadi lebih lengang, polusi udara di Jakarta mengalami penurunan hingga 30–40 persen.
Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Jakarta menyatakan, sebagian besar polusi udara di kawasan Jakarta di sebabkan oleh sumber bergerak, seperti kendaraan bermotor. “Sumber utama polusi udara adalah sumber bergerak. Kontribusinya sampai 80 persen. Kalau itu berkurang, ya polusi akan turun,” ujar Gamat Sinurat selaku Kepala BLHD Jakarta dari lansiran detikHealth, Sabtu (18/07).
Ia menambahkan bahwa pihaknya belum memiliki data pasti mengenai penurunan polusi dari alat pencatat kadar polusi, namun Gamal memprediksi bahwa polusi udara di Jakarta akan turun hingga 30-40 persen.
Angka tersebut diprolehnya berdasarkan asumsi berkurangnya kendaraan bermotor di Ibukota hingga 50 persen selama mudik lebaran.
Lebih lanjut ia jelaskan bahwa untuk menentukan angka pasti tersebut, parameter yang digunakan untuk mengukur penurunan polusi udara yang bisa diamaati adalah penurunan kadar gas karbon, seperti CO (karbon monoksida) dan CO2 (karbon dioksida). (Fahrum Ahmad)