Edisi ke-9, Earth Hour 2015 Bertemakan “Change Climate Change”

 Edisi ke-9, Earth Hour 2015 Bertemakan “Change Climate Change”

Platform Official video teaser Earth Hour Internasional 2015 (Gambar : Earth Hour)


Medialingkungan.com – Earth Hour (EH), salah satu program dari World Wildlife Fund (WWF), organisasi nirlaba internasional yang berorientasi pada konservasi lingkungan hidup, kembali memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan terbesar dari umat manusia di milenium ketiga ini, perubahan iklim.

2015, di edisinya yang kesembilan, “Change Climate Change” menjadi tema besar EH dalam momentum yang spektakuler, yang menghimpun seluruh suara warga di bumi dalam satu aksi serentak dalam penyelamatan bumi.

Dengan basis internasional dan dukungan dari banyak pihak termasuk PBB dan sejumlah elit pemerintahan, pihak swasta, hingga sejumlah tokoh dan artis, bersatu dalam kekuatan yang besar dan secara global berjuang demi masa depan yang layak (sustainability).

Ban ki Moon, Sekjen PBB, dalam official teaser video EH mengatakan, gerakan ini merupakan penyatuan langkah untuk mengirimkan pesan kepada seluruh manusia bumi, bergabung dalam satu tindakan, satu aksi – memerangi perubahan iklim.

SEPERTI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA, semua orang merasa gembira berpartisipasi dalam kegiatan ini. 2014 lalu, tingkat partisipasi dari seluruh dunia meningkat tajam, dari awalnya (2007) hanya sekitar 2 juta orang dan berpusat di Australia, kemudian terus bertambah, hingga mencapai ratusan juta massa di 162 negara, atau lebih dari 7000 kota di dunia.

Sejak awal terbentuk, EH secara khusus menengarai langkah penghematan energi, namun secara umum EH juga berkontribusi dalam program penanaman pohon, hingga kampanye gaya hidup ramah lingkungan.

Setiap tahunnya, volunteer Earth Hour mengumpulkan dana untuk menanam jutaan pohon, mempromosikan penggunaan kompor hemat bahan bakar, dan mengurangi jejak karbon di seluruh dunia.

Aksi puncak Earth Hour dilaksanakan pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret, dengan mematikan listrik (switch-off) secara serentak dalam jangka waktu satu jam dari pukul 20.30-21-30 waktu setempat (berdasarkan zona waktu lokal di seluruh dunia). Dan untuk tahun ini jatuh pada tanggal 28 Maret 2015.

Tagline “Use Your Power, Ini Aksiku Mana Aksimu”, menjadi pemantik untuk aksi kolaboratif terkait langkah yang dapat dilakukan bersama dalam beradaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim global melalui implementasi aksi inovatif sebagai solusi di Change Climate Change.

“Perubahan iklim bukan hanya masalah jam, itu adalah masalah generasi kita,” kata Sudhanshu Sarronwala, Ketua Dewan Direksi, Earth Hour Internasional.

“Earth Hour adalah gerakan gotong royong. Mematikan lampu selama satu jam bisa saja dilakukan, tetapi tindakan jutaan orang – sepanjang tahun akan menginspirasi solusi yang diperlukan untuk mengubah perubahan iklim”, sambungnya.

EARTH HOUR UNTUK SOLUSI PERUBAHAN IKLIM membuat kerangka program yang mendukung penggunaan energi terbarukan, memerangi deforestasi, mengusulkan aturan-aturan kebijakan yang ramah iklim, pendidikan hingga praktek bisnis bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dalam mendukung kegiatan ini, sebagai contoh, di Bucaramanga, Kolombia, rumah warga dan perkantoran mulai menggantikan lampu konvensional dengan sistem LED.

Sementara itu, Earth Hour akan menjadi bagian pertama dari aksi lingkungan yang dilakukan di Palestina sejak pengakuan sebagai negara oleh PBB. EH juga sedang dikoordinasikan di Gaza, dengan aksi switch-off yang akan berlangsung di beberapa tempat seperti, Al-Jundi dan Palestina, di Kota Gaza, dan kota-kota Nablus, Bethlehem, dan Ramallah.

Di Paris, Perancis, kemegahan Menara Eifel dengan ornamen lampunya, bersedia dipadamkan selama satu jam. Di Amerika Serikat, lampu-lampu kota yang terang di Las Vegas, serta bandara Los Angeles dan Niagara Falls, termasuk landmark kota New York termasuk Times Square, Rockefeller Centre, dan Empire State Building juga bersedia dipadamkan.

Untuk melihat aksi-aksi dari partisipan di seluruh dunia, EH membuka akses untuk dikunjungi. Berbagai peristiwa unik dan menarik dapat disaksikan di Earth Hour Tracker. Pengguna internet dapat menyaksikan, dan mem-vote, kota terbaik atas selebrasi yang dilakukan di kota masing-masing. Selain itu, saran dan komentar juga bisa diusulkan sebagai bahan rekomendasi untuk perbaikan di aksi selanjutnya. Kota “favorit” akan diumumkan pada 9 April. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *