Hewan-hewan “Kebingungan” Saat Gerhana Matahari Total

 Hewan-hewan “Kebingungan” Saat Gerhana Matahari Total

Diskusi Gerhana Matahari Total di TIM, Jakarta (Gambar : Mitra Angelia / VIVA.co.id)


Medialingkungan.com – Fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT) yang diprediksi terjadi pada 9 Maret 2016 ini akan melewati 12 propinsi di Indonesia. Fenomena yang hanya terjadi 350 tahun sekali itu tidak hanya menyuguhkan panorama dan hal unik bagi orang-orang yang menyaksikan, namun juga mempengaruhi hewan-hewan.

Dosen astronomi Insitut Teknologi Bandung (ITB), Premana Premadi menyebutkan, saat terjadi GMT, orang-orang juga sebaiknya memperhatikan keheningan yang terjadi. Saat itu, akan terjadi keheningan pada hewan.

“Ketika GMT, pastikan betul tenang, karena akan menikmati kesunyian yang alami. Karena, hewan akan bingung,” ungkapnya dalam diskusi Gerhana Matahari Total di Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta seperti dilansir VIVA.co.id, Senin (25/02).

Premana juga menambahkan hewan diurnal maupun hewan noktural akan merasa bingung kala gerhana matahari total berlangsung. “Waktunya tidur, kok terang lagi. Kelelawar keluar, nyamuk mulai mengigit, ini akan menarik jika diperhatikan,” kata Premana.

Sementara itu, Rektor Universitas Ma Chung sekaligus penggagas Olimpiade Astronomi Nasional (OAN), Chatief Kunjaya, saat di temui Republika.co.id di sela Galaxy Forum, Rabu (24/02) juga mengatakan, banyak peneliti yang memanfaatkan momentum GMT untuk mempelajari perilaku hewan. Ada hewan-hewan tertentu yang perilakunya berubah, misalnya hewan yang biasa berbunyi pada malam hari. Ketika terjadi GMT, siang hari menjadi gelap sehingga “menipu” hewan tersebut untuk berbunyi pada siang hari. 

12 propinsi yang akan menyaksikan seluruh fenomena langka ini antara lain: Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Selain itu, terdapat tujuh kota yang dilewati GMT antara lain: Bengkulu, Palembang, Samarinda, Palu, Tanjung Pandan, Pangkalan Bun, dan Ternate. {Tri Ayu Wulandari/Fahrum Ahmad}

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *