Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Hutan di Riau Kembali Terbakar, BPPT Siap Tabur Garam
Ilustrasi gambar, Proses penyemaian garam pada lahan dan hutan yang terbakar (Gambar:Dok)
Medialingkungan.com – Kebakaran hutan dan lahan gambut kembali terjadi di Provinsi Riau. Kejadian ini membuat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Heru Widodo, melakukan upaya penanganan serius melalui hujan buatan dengan menyemai garam menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
“Operasi pembuatan TMC ini bekerja sama dengan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ucap Heru.
Ia menambahkan, cuaca dikondisikan agar lebih mengarah dengan yang dibutuhkan. Umumnya, untuk meningkatkan intensitas curah hujan atau mempercepat proses hujan di suatu tempat. “Semoga hujan buatan ini mampu memadamkan hotspot agar visibility tak mengganggu kesehatan dan aktivitas penerbangan,” ujar Heru di Pekanbaru, Senin (02/03), seperti yang dilansir viva.co.id.
TMC dilakukan dengan meniru proses alamiah yang terjadi di dalam awan, di mana sejumlah partikel higroskopik yang dibawa dengan pesawat ditambahkan langsung ke dalam awan jenis Cumulus (awan hujan) agar proses pengumpulan tetes air di dalam awan segera dimulai.
Sementara itu, Koordinator Lapangan TMC Pekanbaru, Sutrisno mengatakan, UPT Hujan Buatan juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memanfaatkan radar cuaca Stasiun Meteorologi Pekanbaru.
Menurutnya, operasi TMC ini didukung oleh satu unit pesawat jenis CASA 212-200 versi rain maker dengan nomor registrasi PK-PCT milik PT Pelita Air Service. Selain itu, disiapkan pesawat CN-295 milik TNI Angkatan Udara untuk mendukung jika terjadi eskalasi (penambahan) jumlah kebakaran hutan dan lahan, kata Sutrisno. “Semoga dengan menggunakan pesawat jenis CASA itu dapat membantu proses pemadaman,” tuturnya. (DM)