Hutan Dialihfungsikan, Warga Gugat Pabrik Gula

 Hutan Dialihfungsikan, Warga Gugat Pabrik Gula

Ilustrasi perkebunan tebu (Gambar: beritadaerah)


Medialingkungan.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Indramayu menangkan gugatan masyarakat penyangga hutan terhadap PT PG Rajawali II, kasusnya terkait hak guna usaha (HGU) lahan. Persidangan di PN Indramayu dengan agenda putusan tersebut dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Muhammad, dengan dua hakim anggota masing-masing Idi Il Amin dan Suharyanti.

Ribuan warga yang hadir dalam persidangan tersebut langsung bersyukur saat majelis hakim mengabulkan gugatan mereka. “Kami tentu sangat bersyukur dengan putusan majelis hakim,” ujar Kepala Desa Amis, Kecamatan Cikedung, Taryadi, seperti yang dikabarkan Tempo, Selasa (19/05).

Majelis Hakim menegaskan pandangan Bupati Indramayu dan DPRD Kabupaten Indramayu bahwa PT Pabrik Gula Rajawali II Cirebon wanprestasi. Perusahaan tersebut tidak mampu berikan lahan pengganti, maka lahan dijadikan konsep Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM).

Sebelumnya warga menuntut agar kawasan yang saat ini digunakan menjadi perkebunan tebu seluas 6 ribu hektar diubah kembali menjadi hutan. “Keputusan ini sesuai keinginan masyarakat,” ucapnya.

Menurut dia, masyarakat secara turun menurun mengelola kawasan hutan dengan sistem tumpang sari. Tapi sejak hutan hilang masyarakat kehilangan mata pencaharian. “Ribuan masyarakat terpaksa melakukan urbanisasi ke kota-kota besar,” katanya.

“Alih fungsi kawasan akan menyebabkan banjir pada musim penghujan nanti,” tutur Taryadi.

Taryadi mengungkapkan, bencana kekeringan pun bisa terjadi setiap kemarau datang, suhu udara menjadi lebih panas karena gersang, polusi udara akibat pembakaran tebu serta terjadi penurunan kualitas dan kuantitas air tanah.

Berdasarkan data yang dihimpun Medialingkungan.com, dalam kasus tersebut itu bermula disaat tukar menukar antara PT RNI II atau PT PG Rajawali II dengan Kementerian Kehutanan pada tahun 1976 terkait penggunaan perkebunan tebu.

Tukar menukar itu menghasilkan HGU I oleh PT PG Rajawali II yang rentang waktunya 25 tahun terhitung sejak 1976. Perkebunan tebu tersebut masuk dalam dua wilayah yaitu wilayah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka. Di Kabupaten Indramayu terdapat 6 ribu hektar sedangkan di Majalengka terdapat 5 ribu hektar. (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *