Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Hutan Dibabat Habis, Kabupaten Gresik Ditimpa Banjir
Banjir yang Terjadi di Kabupaten Gresik (Gambar: tribunnews)
Medialingkungan.com – Banjir yang telah menimpa Kabupaten Gresik menyebabkan tiga orang meninggal dunia seketika. Sementara korban yang meninggal itu adalah Sutris (13), Heni (16) serta Voni (14), yang merupakan warga Dusun Kajr, Gading Watu. Banjir yang terjadi di Gresik itu dimulai pada Jum’at malam hingga subuh dini hari. Setelah ditelusuri penyebab banjir tersebut, diakibatkan rusaknya hutan di Mantup Mojokerto yang bermuara di Kali Lamong.
Pemerhati lingkungan, Drs. Satrio Wiweko mengungkapkan bahwa penambangan dan galian C, merupakan faktor utama kerusakan hutan. Penambangan tersebut menyebabkan erosi dan akhirnya merusak material tanah. Menurut Satrio seharusnya penambangan dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan penanaman pohon.
Sementara hutan Dawar Bladong juga rusak akibat pembabatan. Bukitnya digali, akibanya air hujan yang dulunya dapat ditampung di dalam tanah sekarang jadi tidak bisa, jelasnya, Sabtu (07/02).
“Kurang ketatnya pengawasan dari pemerintah setempat menyebabkan para oknum perusak hutan terus melancarkan aksinya. Mereka bahkan memprovokasi masyarakat untuk mendapatkan kayu di hutan yang menjadi penyangga air di Kabupaten Gresik itu,” kata Satrio.
Satrio menambahkan bahwa yang mengelola hutan adalah pihak dari Perhutani. Namun pada kenyataannya selalu ada oknum yang bermain dibelakang.
“Kami berharap agar pemerintah segera turun tangan menangani masalah ini. Karena jika tidak, maka pembalakan liar akan terus terjadi setiap hari dan hutan akan semakin gundul yang akan memicu banjir yang lebih besar lagi,” tuturnya. (AND)