Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Ilmuan Inggris Ingin Selamatkan Hutan Kalimantan
Para Peneliti yang Sedang Melakukan Observasi Pada Hutan Kalimantan (Gambar: detik)
Medialingkungan.com – Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia dan pulau terbesar di Asia, luasnya mencapai 743.330 km2. Kalimantan dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Banyak spesies langka yang teridentifikasi di pulau dengan sebutan Borneo ini, namun sayangnya selama ini tak ada yang mempersoalkan keberadaan spesies langka tersebut.
“Padahal satwa langka di Kalimantan sedang terancam,” ujar Matthew Struebig, Pakar Biologi Konservasi di University of Kent, Inggris, seperti yang dilansir oleh Science Daily.
Matthew telah lama melakukan penelitian di wilayah kalimantan bersama sejumlah ilmuan yang peduli pada hutan dan satwa, penelitian ini dilakukan untuk menyelamatkan satwa-satwa langka di daerah tersebut, ia menyarankan agar empat persen dari luas pulau dijadikan lahan hutan tambahan. Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology edisi 22 Januari 2015, lahan sekitar 28 ribu kilometer persegi itu untuk menjaga spesies yang terancam deforestasi dan perubahan iklim.
“Kami mempertimbangkan dampak perubahan iklim dan perubahan tutupan lahan terhadap keanekaragaman hayati yang ada di Kalimantan,” ungkap Andreas Layu, salah seorang peneliti dari Zoo and Wildlife Research di Leibniz Institute, Jerman.
Andreas mengatakan berdasarkan hasil proyeksi iklim dan deforestasi, diperkirakan satu dari tiga spesies mamalia di Kalimantan akan kehilangan 30 persen lebih habitat mereka pada tahun 2080 akan datang. Dengan kerugian eksternal lainnya, seperti industri, hampir setengah habitat satwa di Borneo akan menyusut dalam dua sampai tiga dekade mendatang.
Hasil analisis tim peneliti juga menunjukkan bahwa deforestasi dan perubahan iklim paling cepat menyerang hutan dataran rendah di Kalimantan. Padahal, wilayah semacam inisangat penting untuk beberapa spesies yang terancam punah, seperti musang dan otter, menurut Matthew.
Matthew menambahkan bahwa dengan bukti-bukti yang telah dirampung, Andreas dan kawan-kawannya pun membuat proposal kepada pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Brunei untuk menjaga hutan di Kalimantan. Proposal tersebut bernama Kalimantan Futures. “Untuk acuan pemerintah setempat dalam mengambil keputusan tentang hutan di Indonesia.” (AH)