Fokus ke Maritim, Jokowi Jangan Anak Tirikan Sungai dan Hutan

 Fokus ke Maritim, Jokowi Jangan Anak Tirikan Sungai dan Hutan

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Gambar: yimg)


Medialingkungan.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang mencanangkan Gerakan Poros Maritim takkan berjalan mulus jika tidak memperhatikan kondisi daerah aliran sungai (DAS) dan kerusakan hutan yang terjadi saat ini.

“Maritim dengan laut sebagai panglimanya merupakan program Jokowi, tetapi jangan anak tirikan wilayah hulu berupa sungai dan hutannya. Jika sungai semua telah tercemar dan hutannya rusak, maka biota laut juga akan hilang. Ini sangat berbahaya,” ujar Direktur Genesis, Berlian, di Bengkulu, Sabtu (13/14).

Di Bengkulu saja, lanjutnya, terdapat 27 DAS, yang 12 di antaranya rusak parah akibat limbah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, pabrik karet, dan aktivitas pertambangan. Selain itu, hasil investigasinya juga didapat banyak perusahaan pertambangan dan industri lainnya mendirikan pabrik dengan jarak yang berdekatan dengan bibir sungai.

“Dalam UU saja sudah ada tertera bahwa harus ada jarak antara bibir sungai dan aktivitas masyarakat dan industri, setidaknya berjarak 150 meter. Tetapi, faktanya banyak pabrik berdiri kurang dari 100 meter kenapa mereka tak diingatkan atau diperingati,” kata Berlian.

Tidak hanya itu saja, DAS besar tersebut di Bengkulu banyak dimanfaatkan PDAM sebagai bahan baku air minum masyarakat yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Berlian melihat langkah Jokowi untuk fokus pada poros maritim, yang tak memperhatikan faktor hulu sumber sungai dan hutan yang bermuara ke laut, akan menjadi sia-sia.

Ia menambahkan, berapa banyak racun dan limbah yang dibuang ke sungai lalu bermuara ke laut? Ini sepertinya kurang diperhatikan, laut pasti akan mengalami kerusakan yang parah. Berlin juga prihatin terhadap hutan yang ada di Indonesia saat ini makin rusak, bisa dikatakan tiap menitnya hutan dibabat habis, tolonglah bapak Jokowi agar lebih melihat kembali pada DAS dan hutan Indonesia. (PK)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *