Jokowi: Jatim dan Sulsel Kemungkinan Kecil Terkena Dampak El Nino

 Jokowi: Jatim dan Sulsel Kemungkinan Kecil Terkena Dampak El Nino

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat mencoba traktor baru (Gambar: rmol)


Medialingkungan.com – Dalam rapat terbatas di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Presiden Joko Widodo desak menteri segera antisipasi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan. Jokowi sapaan akrabnya, meminta laporan dari Menteri Pertanian, Amran Sulaiman terhadap beberapa daerah yang memiliki dampak kekeringan.

“Kami telah membahas dampak dari El Nino baik terhadap kekeringan, produksi beras dan kebakaran,” kata Jokowi, sepereti yang diberitakan tempo, Kamis (06/08).

“Saya pernah sampaikan pekan lalu, dampak ini harus diantisipasi, baik di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan,” lanjutnya.

Menteri yang hadir dalam rapat itu yakni, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria, Ferry Mursidan Baldan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, Kepala BMKG, Andi Eka Sakya, Kepala Bulog, Djarot Kusumayakti, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

“Selepas kunjungan saya kemarin ke Jawa Timur, bahwa dampak El Nino kecil sekali karena akan panen pada bulan September begitupun di daerah Sulawesi Selatan,” ujar Jokowi.

Dari kedua daerah yang diketahuinya, dengan itu Jokowi meminta Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk menjelaskan daerah lain yang terkena dampak kekeringan.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengungkapkan, ada tiga wilayah yang akan mengalami penurunan produksi secara drastis antara lain, Demak , Indramayu, dan Bojonegoro. “Kami telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut,” ucapnya.

El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature-SST) di Samudra Pasifik sekitar ekuator (equatorial pacific). Khususnya di bagian tengah dan timur di sekitar pantai Peru.

Musim kemarau yang panjang di beberapa wilayah Indonesia, terutama di sebelah selatan khatulistiwa pada 2015, diduga merupakan dampak dari fenomena El Nino yang telah mencapai level moderat. Keadaan ini diprediksi akan menguat mulai Agustus sampai Desember 2015.

El Nino ini sudah terjadi di beberapa wilayah Indonesia, yaitu Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, Bali, NTB, dan NTT. Dari Peta Monitoring Hari Tanpa Hujan BMKG, wilayah-wilayah tersebut sudah mengalami kekeringan di bulan Mei kemarin. (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *