Jokowi Komitmen Tingkatkan Penggunaan Energi Terbarukan 3x Lipat pada 2025

 Jokowi Komitmen Tingkatkan Penggunaan Energi Terbarukan 3x Lipat pada 2025

Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan pidato di hadapan 147 kepala negara dan 195 juru runding dari seluruh dunia pada Konferensi Iklim PBB ke-21 (COP21) di Paris, Perancis (01/12). {Gambar: Reuters/Christian Hartmann)


Medialingkungan.com – Presiden Joko Widodo menyatakan komitmennya dalam menekan laju perubahan iklim melalui peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga tiga kali lipat pada 2025. Hal ini berarti konsumsi energi atau bahan bakar nasional akan ditingkatkan sekitar 23 persen.

“Indonesia telah melakukan berbagai langkah dalam menurunkan emisi,” ujar Jokowi pada Konferensi Iklim PBB (Conference of Parties/COP) ke – 21, Senin (30/11) di Paris, Perancis.

Menurut Jokowi, salah satu upaya yang akan dilakukan, yakni dengan mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk mendanai kegiatan-kegiatan lain yang lebih produktif. Upaya ini akan memberikan ruang lain dalam pemanfaatan energi terbarukan yang lebih besar.

Pada hari pertama konferensi internasional tersebut, Jokowi bersama bersama dengan 147 kepala Negara dari seluruh dunia mendekralasikan isi Inovasi Pengembangan Energi Bersih Dunia.

Ia kakatakan bahwa hal itu merupakan salah satu misi global untuk memastikan terjadinya transformasi dan proses diseminasi penggunaan energi ramah lingkungan di mana tujuan akhirnya, menjadikan dunia lebih lestari dan berkelanjutan melalui pelibatan partisipatif dari sektor swasta dan publik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melalui keterangan resminya menjelaskan, substansi dari Misi Inovasi Pengembangan Energi Bersih Dunia sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Jokowi terkait pengembangan energi bersih dan terbarukan.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pemrakarsa dari Misi Inovasi. Hal ini terlihat dari upaya pengembangan pusat unggulan energi bersih yang rencananya akan dioperasikan tahun depan.

“Ini akan berkontribusi pada pengembangan energi bersih di tingkat regional maupun global, melalui aktivitas pengonsolidasian pengetahuan, melakukan kegiatan penelitian, memfasilitasi investasi, dan mendukung pengembangan teknologi,” ungkap Sudirman.

Sudirman menambahkan, program Pengembangan Energi Bersih ini merupakan representasi dari 85 persen kekuatan pengembangan energi bersih dunia, baik dari sisi penelitian hingga investasi.

Lebih lanjut ia jelaskan, selain Australia dan Amerika Serikat, negara lain yang akan terlibat dalam program tersebut meliputi, antara lain Brasil, Kanada, Chile, China, Denmark, Jerman, India, Indonesia, Italia, Inggris, Jepang, Meksiko, Norwegia, Perancis, Republik Korea, Saudi Arabia, Swedia dan Uni Emirat Arab.

Melalui upaya kesepakatan iklim di Paris, Sudirman berharap, upaya mewujudkan kedaulatan energi bangsa melalui program listrik 35.000 MW dapat terealisasi, termasuk kemudahan dalam menjaring investasi energi bersih. {Fahrum Ahmad}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *