Lewat Flash Mob, Greenpeace Bersama Masyarakat Kampanye Perubahan Iklim

 Lewat Flash Mob, Greenpeace Bersama Masyarakat Kampanye Perubahan Iklim

Sejumlah aktivis Greenpeace bersama masyarakat melakukan aksi Flash Mob atau Aksi Seni Kreatif di kawasan Pendestrian jalan Cikapundung Timur, Kota Bandung, Sabtu (30/5) (Tribunnews.com: Bukbis Candra Ismet Bey)


Medialingkungan.com – Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia bersama masyarakat menggelar flash mob di beberapa kota di Indonesia termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Padang, Pekanbaru, dan Purwokerto, Sabtu (30/5).

Aksi kreatif tersebut bertujuan untuk menyoroti permasalahan perubahan iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil berlebih serta pengrusakan hutan (deforestasi).

Kampanye yang dilakukan Greenpeace dan masyarakat ini merupakan bagian dari Global Day of Action, yang dilakukan di lebih dari 30 negara di seluruh dunia untuk menyerukan perlunya aksi untuk mengatasi perubahan iklim.

“Apabila Pemerintah gagal mengurangi emisi karbon dari dua sumber emisi terbesar di atas, maka bisa dipastikan Indonesia tidak dapat memenuhi komitmen penurunan emisi yang telah disampaikan pemerintah kepada dunia,” ucap Hindun Mulaika, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia dalam sebuah rilis kepada medialingkungan.com.

Hindun juga menjelaskan di Indonesia, aksi serentak ini dilakukan dengan pesan kuat untuk menanggapi rencana pembangunan PLTU Batang, yang diklaim sebagai PLTU terbesar se-Asia Tenggara.

“Kami mendesak kepada Presiden Jokowi untuk membatalkan rencana pembangunan PLTU Batang, yang akan merugikan ribuan nelayan dan petani karena kehilangan mata pencaharian mereka, jika proyek PLTU ini dibangun,” lanjut Hindun.

Berdasarkan informasi Greenpeace Indonesia, saat ini pemerintah bermaksud mengembangkan program energi sebesar 35.000 MW untuk Indonesia, dimana 60 persen berasal dari PLTU yang berbahan bakar batubara.

Menurut mereka hal ini menunjukkan bahwa sampai 20 tahun ke depan Indonesia masih akan bergantung pada batubara sebagai sumber energi yang dianggap sebagai salah satu sumber energi fosil yang paling kotor penyebab perubahan iklim.(Press Rilis)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *