Kebakaran Hutan Terjadi Akibat Kelalaian Polhut

 Kebakaran Hutan Terjadi Akibat Kelalaian Polhut

Anak sekolahan sedang berjalan diselimuti kabut asap (Gambar: jawapos)


Medialingkungan.com – Kabut asap yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera sampai saat ini belum juga meredah. Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Saleh Partaonan Daulay lontarkan kata bahwa pemerintah tidak berdaya hadapi para pembakar hutan, padahal tiap tahun kebakaran terjadi.

Dia menduga, kurangnya konsolidasi dari pemerintah pusat sehingga menyebabkan pelaku pembakaran hutan tak kunjung jera. “Pemerintah terkesan kewalahan dalam pemadaman kebakaran hutan. Ditambah kerugian dan penderitaan masyarakat kian meningkat,” tuturnya.

Saleh mengungkapkan, seandinya pemerintah fokus pada sisi keamanan lingkungan, kebakaran hutan tidak akan berulang. “Kita semestinya berpangku tangan pada polisi saja, kan kita memiliki Polisi Kehutanan (Polhut) yang siap siaga dalam menjaga hutan Indonesia.

Jumlah Polhut di Indonesia begitu banyak, untuk Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) sekitar 11 brigade yang tersebar di berbagai wilayah nusantara, katanya.

Kader Partai PAN ini, kalau satu brigade berjumlah 3000 orang, berarti pasukan polhut berjumlah kurang lebih 33 ribu orang. Semestinya, pasukan-pasukan khusus polhut itu bisa mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan.

“Di semua provinsi yang sering kebakaran hutan, ada brigade SPORC. Di Riau, ada brigade beruang, di Jambi ada brigade Harimau, di Sumsel ada brigade Siamang, di Kalsel dan Kalteng ada brigade Kalaweit, dan di Kalbar ada brigade Bekantan,” ucap Saleh, seperti yang dikabarkan merdeka, Sabtu (03/10).

Secara fungsional, polhut juga mesti bertindak preventif, yakni bekerja sama dengan masyarakat mitra. Pada sisi represif, polhut dapat menggandeng Polri, TNI, dan satuan-satuan pengaman hutan dari perusahaan-perusahaan swasta pengguna kawasan hutan berizin.

“Kalau Polhut bergerak, kebakaran hutan tidak akan terulang lagi. Maka dari itu, pemerintah khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan memberdayakan keberadaan Polhut yang sudah ada,” ucapnya. (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *