Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Komitmen Kementerian LH dan Kehutanan Untuk Meningkatkan Gerakan Menanam Pohon
Kementerian LH dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (Gambar: harianterbit)
Medialingkungan.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan terus meningkatkan kegiatan menanam pohon untuk mendukung rehabilitasi lahan dan menjaga ekosistem hutan di indonesia.
“Gerakan menanam pohon yang selama ini telah dilaksanakan adalah kegiatan yang sangat baik,” menurut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Rabu (13/11).
Dia menambahkan, apa yang sudah baik dari pemerintahan lalu akan kami lanjutkan, termasuk penanaman pohon. Pada tahun 2013, gerakan menanam berhasil mendorong penanaman 1,8 miliar pohon, sedangkan untuk tahun ini, penanaman direncanakan menembus 2 miliar pohon.
Siti mengatakan, untuk menggelorakan semangat menanam pihaknya kembali akan menggelar peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam, yang rencananya akan digelar di Wonogiri, Jawa Tengah dan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Sekjen Kementerian Kehutanan, Hadi Daryanto menekankankan pentingnya penanaman adalah untuk menyokong industri terkait kehutanan. Menurut dia, berbekal kayu hasil penanaman, industri kehutanan akan tumbuh pesat.
“Untuk industri yang memanfaatkan kayu hutan tanaman termasuk kayu dari hutan rakyat, kami terus permudah perizinannya,” ungkapnya.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sampai semester pertama 2014, sebanyak 386 unit industri dengan kapasitas di atas 6.000 m3/tahun, padahal sepuluh tahun lalu jumlahnya hanya sekitar 100 unit.
Situasi tersebut berdampak kepada penggunaan bahan baku dari kayu tanaman. Selama delapan tahun terakhir (2005-2013), pemenuhan bahan baku kayu tanaman meningkat dari sebesar 11,2 juta m3 pada 2005 menjadi 39,80 juta m3 pada 2013.
”Untuk itu kami menanam lebih dari 500.000 bibit setiap harinya atau setara dengan 150 juta batang pohon per tahun. Menanam pohon adalah merupakan inti dari kegiatan usaha hutan tanaman yang dilakukan oleh perusahaan,” kata, Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin.
Menurut Kusnan, untuk mempertahankan bentang hutan alam yang ada di konsesinya, pihaknya menerapkan pola mosaik dengan memerhatikan kajian hutan bernilai konservasi tinggi (HCV).
”Untuk perlindungan bentang hutan alam, kami juga akan merestorasi dan mendukung kegiatan konservasi hutan seluas 400.000 hektare atau setara dengan hutan tanaman yang kami kembangkan,” katanya.
Saat ini terdapat pengembangan kemitraan yang sudah dilakukan diantaranya di Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan seluas 4.000 hektare dan di Pulau Padang, Kepulauan Meranti seluas 1.700 hektare. Pola kemitraan dikembangkan dengan penanaman tanaman unggulan setempat yang diminati masyarakat seperti karet dan sagu. (AH)