Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Korsel Bersedia Terlibat pada Pembangunan Kehutanan Indonesia
Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya dan Menteri Kehutana Korea Selatan saat kegiatan Special Ministerial Meeting of Forestry yang berlangsung 10-12 Desember di Korea Selatan (Gambar: Kompas)
Medialingkungan.com – Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya dan Menteri Kehutanan Korea Selatan, Shin Won Sop membicarakan kerjasama dalam bentuk beberapa program yang akan dilaksanakan keduanya. Disebutkan dalam rilisnya di Jakarta, Selasa lalu (16/12), kedua menteri ini membicarakan model pembangunan dan pengembangan hutan saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan pada kegiatan “Special Ministerial Meeting of Forestry” yang berlangsung 10-12 Desember.
Pertemuan keduanya dinilai sebagai kesempatan untuk kerjasama bilateral untuk meningkatkan upaya menurunan emisi global sekaligus menghasilkan benefi untuk Negara masing-masing.”Yang membahas beberapa program/proyek kerja sama antara Indonesia dan Korea,” kata Siti Nurbaya.
Beberapa kerjasama yang akan dilakukan meliputi pengembangan hutan wisata alam dengan contoh di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) di Jawa Barat dan Gunung Yumyeongyang di Korea. Selain itu, kegiatan pengendalian yaitu proyek Afforeattion/Reforestation Clean Development Mechanism di Lombok dan REDD+ di Tasik Serkap, Riau.
Kesempatan yang baik ini juga membuka jalan bagi para staf untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi di bidang professional kehutanan. Dikatakan bahwa dalam kerjasama ini sebanyak 82 staf yang disekolahkan ke jenjang S2 dan S3. Kegiatan ini merupakan kemitraan antara Seoul National University dengan konsorsium perguruan tinggi kehutanan se-Indonesia dengan forum Perhutani yang dinamakan kegiatan Eco-Edu Tourism Forest.
Pada kesempatan yang sama, Siti Nurbaya juga menyampaikan proyek dukungan Korea, yaitu Restorasi Sungai Ciliwung yang telah dilaksanakan bersama Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun lalu. Ia mengusulkan dilakukan kajian strategis dalam membangun Ruang Terbuka Hijau dalam bentuk Arboretum atau kebun raya pada wilayah tersebut, yang disertai dengan sistem piranti lunak dalam rangka pengendalian tata ruang.
Selain memulihkan dan menyelamatkan biodiversity, pembangunan RTH di CIliwung juga akan mendorong awareness masyarakat terhadap lingkungan hidup. (MFA)