Masyarakat Desak Gubernur Jateng Agar Cabut SK Izin PT Semen Gresik

 Masyarakat Desak Gubernur Jateng Agar Cabut SK Izin PT Semen Gresik

Masyarakat yang lagi unjuk rasa d dpan kantor Gubernur Jateng untuk menuntut mencabut SK izin pada PT Semen Gresik (Gambar: bp)


Medialingkungan.com – Organisasi Masyarakat Sipil desak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk segera mencabut Surat Keputusan Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan oleh PT Semen Gresik di Kendeng Utara, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Desakan yang dilakukan masyarakat sipil untuk menolak rencana pembangunan pabrik dan penambangan kapur oleh PT Semen Gresik yang saat ini telah berganti nama menjadi PT Semen Indonesia.

Penolakan dari gabungan organisasi sosial tersebut, karena rencana pembangunan diprediksi akan merusak ekosistem di sekitar pegunungan Kendeng Utara yang selama ini diketahui ada kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih.

Dosen Manajemen Bencana Universitas (UPN) Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno mengungkapkan, izin pembangunan dan penambangan yang dikeluarkan Gubernur Jateng dinilai sangat bertentangan dengan UU No.7/2004 tentang Sumber Daya Air jo Keppres No.26/2011 tentang Penetapan Cekungan Air Tanah.

“Ini yang salah dalam konsep pembangunan di Indonesia. Harusnya, pembangunan itu akan mengurangi risiko bencana, tapi sebaliknya disini pembangunan akan memicu terjadinya bencana,” ujar Eko, seperti yang dilansir mongabay.co.id, Sabtu (11/04).

Menurut dia, risiko bencana yang muncul dari sebuah pembangunan bisa terjadi karena perusahaan atau investor yang menggulirkan pembangunan mengabaikan semua aspek lingkungan yang sudah ada. Walaupun, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sudah dilakukan oleh mereka.

“Yang terjadi kan Amdal dalam proyek di Rembang ini dibuat dengan terburu-buru. Ini yang mengkhawatirkan. Walau ada Amdal, tidak menjamin ekosistem lingkungan di Pegunungan Kendeng bisa terjaga,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Medialingkungan.com, di kawasan pegunungan Kendeng ada 4 sungai, mata air 109, dan 49 gua yang sangat berpengaruh bagi sumber penghidupan masyarakat. (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *