Mendikbud Ajak Institusi Pemerintah Lakukan Gerakan Penanaman Pohon

 Mendikbud Ajak Institusi Pemerintah Lakukan Gerakan Penanaman Pohon

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan (Gambar: acehonline)


Medialingkungan.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengajak institusi pemerintah menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan. Kegiatan ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dan pihak Kemendikbud juga akan menggerakkan semua siswa untuk sukseskan gerakan tersebut.

Anies Baswedan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, Perwakilan dari Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim, Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN), Thomas Jamaluddin, dan Kepala Badan Informasi Geospasial ( BIG), Priadi Pardono serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan sebagai Penyelenggara, di gedung Manggala Wanabakti, di Jakarta (16/06).

“Lingkungan hidup tanggung jawab kita semua. Semua harus kerjakan untuk semua,” ujar Anies, seperti yang dilansir Kompas.

Anies mengungkapkan, keterlibatan banyak pihak harus dilakukan dalam penanganan isu lingkungan hidup. Dia menekankan agar penanaman pohon menjadi gerakan nasional, tidak sekadar program.

Pendekatan Program menekankan pada kehadiran pemerintah untuk menyelesaikan masalah. Sementara pendekatan Gerakan menekankan pada partisipasi masyarakat untuk diajak bersama-sama menyelesaikan masalah, katanya.

Dia menambahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohamad Nasir untuk itu akan mengerahkan anak didiknya untuk terlibat dalam gerakan penanaman pohon ini kalau perlu mahasiswa juga ikut terlibat.

Di antaranya, setiap siswa atau mahasiswa baru diwajibkan menanam 5 pohon di area sekolah atau kampus. Kalau membutuhkan lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyediakan 24 juta hektar daerah aliran sungai yang dalam kondisi kritis nantinya.

Menteri LHK, Siti Nurbaya setuju dengan gerakan penanaman pohon dalam perkuatan dengan pemonitoran. “Saatnya komitmen manjadi aksi nyata,” ucap Siti.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho mengatakan, nota kesepahaman antara menteri ini telah ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman teknis. Ia mencontohkan, mulai tahun ajaran baru 2015, peserta didik dan mahasiswa baru wajib menanam 5 pohon. Diperkirakan, ini akan memperbaiki 60.000 hektar lahan kritis di berbagai tempat di Indonesia.

Tidak kalah juga, Kementerian Agama, pihaknya mewajibkan setiap calon mempelai untuk menanam 5 pohon agar mendapatkan layanan ijab/surat nikah. Tiap tahun, terdapat 4 juta mempelai yang akan menikah dan terdata di Bimas Islam. (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *