Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Menteri ESDM Galakkan Kampanye “Saya Hemat Energi”
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral saat berkampanye di Bundaran HI {Gambar : ANTARA}
Medialingkungan.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melaksanakan kegiatan kampanye Gerakan Hemat Energi Potong 10% yang nantinya akan dilaksanakan di 20 kota besar di Indonesia (Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Makasar dan Balikpapan). Kampanye tersebut nantinya akan diiringi dengan berbagai sosialisasi berupa Iklan Layanan masyarakat (ILM) serta talkshow di semua TV Nasional, body branding pada kereta api dan commuterline, cover seat pesawat, dan banner pada media online.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said Kampanye Potong Energy 10% dimaksudkan agar masyarakat mampu menyadari bahwa, menghemat 10% energi itu lebih mudah di bandingkan dengan membangkitkan energi setara penghematan 10 persen. Upaya ini nantinya juga diharapkan dapat mendorong terwujudnya suatu gerakan sebagai Aksi Bersama Perubahan Gaya Hidup Masyarakat (Pemerintah, Pelaku bisnis/Industri dan Individu) untuk melakukan penghematan energi.
Ditengah peluncuran Kampanye Gerakan Hemat Energi Potong 10% di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Minggu (15/5), Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978 – 1988, Prof. Dr. Soebroto, M.A. mengingatkan kepada semua peserta kampanye yang hadir agar tidak menjadi orang yang boros dalam menggunakan energi. “Berhematlah dalam menggunakan energi, hemat sekarang juga,” ujarnya.
Soebroto juga mengingatkan, dalam menjalankan kebijakan energi ada tiga hal pokok yang harus dijalankan, yang pertama adalah eksplorasi, cari minyak, cari gas, yang kedua adalah diversifikasi, cari gantinya minyak, cari gantinya gas bangsa kita itu kaya sekali dengan sumber daya energi. Cari air, angin apa saja itu bisa menggantikan minyak dan itu yang namanya diversifikasi. Selanjutnya kebijakan yang ketiga yang juga tidak kurang pentingnya adalah konservasi.
Aksi kampanye ini akan dilaksanakan secara komperehensif dan berkelanjutan melalui empat skema kampanye, yaitu kampanye langsung di ruang publik seperti sekolah, universitas, monumen, pusat perbelanjaan dan taman kota, kampanye viral melalui media sosial, kampanye berkelanjutan dengan melibatkan 33 komunitas muda dan 35 CSO nasional serta kampanye dengan mekanisme program “Lapor 10%”. {Suterayani}