Merusak Lingkungan, PT SI Dihukum Denda Sebesar Rp 32 Miliar

 Merusak Lingkungan, PT SI Dihukum Denda Sebesar Rp 32 Miliar

ilustrasi perusakan kawasan hutan oleh PT SI (gambar:istimewa))


Medialingkungan.com – Selatnasik Indokwarsa (SI) dan PT Simbang Pesak Indokwarsa (SPI) terkena hukuman dari Mahkamah Agung. Denda sebesar Rp 32 miliar ditujukan untuk PT SI dan SPI karena merusak lingkungan di Kabupaten Belitung Timur.

Kedua perusahaan tersebut melakukan aktivitas sejak tahun 2006, di Desa Simpang Pesak, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Akibat kerusakan hutan itu, Menteri Lingkungan Hidup (LH) menggugat keduanya Rp 32 miliar.

“Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan perbuatan melanggar hukum perusakan lingkungan hidup,” putus MA yang diketuai hakim agung Dr M Saleh seperti dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Selasa (5/8/2014).

PT Selatnasik Indokwarsa telah merusak kawasan hutan dengan membuat jalan dan dermaga seluas 208 hektare. Sedangkan PT Simbang Pesak Indokwarsa melakukan hal yang sama seluas 98,6 hektare.

Di dalam hutan lindung, PT Selatnasik Indokwarsa dan PT Simbang Pesak Indokwarsa melakukan penambangan pasir kwarsa, tanah liat dan tanah bangunan. PT Selatnasik Indokwarsa dan PT Simbang Pesak Indokwarsa juga membuka lahan untuk perkantoran, bengkel, mess pekerja, tempat pencucian bahan galian hasil tambang dan eksploitasi air tanah di lokasi itu. (DN)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *