One Map, One Policy, Menyeragamkan Pengelolaan dan Pelestarian Alam

 One Map, One Policy, Menyeragamkan Pengelolaan dan Pelestarian Alam

Ilustrasi (Gambar:dok)


Medialingkungan.com – Pemerintah meluncurkan peta yang digunakan sebagai acuan untuk acuan secara nasional. Peta ini akan memberikan informasi yang meliputi penutupan lahan, habitat lamun, karakteristik laut, dan mangrove Sumatera.

Pada peluncuran peta tematik ini turut hadir Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Priyadi Kartono, dan perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, hal penting dari peluncuran satu peta ini merupakan bentuk aktualisasi dari democratic governance (pemerintahan yang berdemokrasi).

“Kebijakan satu peta atau one map policy akan menghasilkan kebijakan berkualitas,” katanya pada Kompas, di sela-sela peluncuran peta tematik di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Jakarta, Senin (22/12).

Kepala BIG Priyadi Kardono mengungkapkan, dengan peluncuran ini, maka rujukan akan mengacu pada satu peta dan tidak ada yang membuat peta masing-masing.

“Peta dasar, BIG yang membuatnya. Dan untuk tematik bisa dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau perorangan, yang harus merujuk pada peta dasar BIG,” ujarnya.

Priyadi mengungkapkan bahwa peta tutupan lahan nasional, habitat lamun nasional dan karakteristik laut nasional memiliki skala 1:250.000 dan peta tematik mangrove Sumatera 1:50.000.

Interpretasi informasi geospasial tematik penutupan lahan didominasi oleh penutupan lahan hutan, meliputi kelas hutan dataran rendah rendah, hutan dataran tinggi, hutan rawa gambut serta hutan tanaman.

Luas keseluruhan semua kelas hutan mencapai 105.025.216 hektare (ha) atau setara 55 persen dari luas wilayah nasional yang dihitung. Luas penutup lahan untuk pertanian dan perkebunan mencapai 45.967.769 ha. Sedangkan penutup lahan sawah atau dipadankan dengan kelas tanaman semusim lahan basah seluas. 8.132.642 ha.

Penyusunan peta tematik ini merupakan hasil kerja sama kelompok kerja dari sejumlah instansi dan lembaga swadaya masyarakat. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *