Pemerintah Aceh Perlu Perhatian Penuh Pada Hutan Mangrove

 Pemerintah Aceh Perlu Perhatian Penuh Pada Hutan Mangrove

Hutan Mangrove yang ada di Aceh (Gambar: konrad llgner)


Medialingkungan.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Aceh, Rafly, meminta Pemerintah memberi perhatian penuh terhadap penyelamatan hutan mangrove yang terhampar di Aceh Timur, Kota Langsa, dan Tamiang. Sekitar 33 ribu hektare lebih areal mangrove di Aceh dan sebagian besar berada di tiga daerah tersebut.

“Masih terdapat sekitar 500 hektare lagi potensi areal mangrove di daerah itu yang harus segera ditanami kembali,” ujar Rafly, seperti yang dilansir tribuntimur.

Menurutnya, dalam areal hutan mangrove terdapat habitat beragam jenis ikan dan biota laut yakni, Langsa dan Tamiang tersimpan 40 jenis. Dia mengkhawatirkan, apabila pemerintah tidak memiliki perhatian serius terhadap hutan mangrove Aceh, maka akan menghancurkan kehidupan kawasan pesisir.

Rafly juga akan menggelar konser “Mangrove” di Langsa dalam rangka kampanye penyelamatan hutan mangrove Aceh, konser musik tersebut akan berlangsung 3 Mei 2015.

Sementara itu, Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Herudoyo berjanji segera menindaklanjuti program penyelamatan mangrove Aceh tersebut. “Ini telah menjadi konsen kita bersama. Usulan ini wujudkan segera,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Medialingkungan.com, data yang ada di KLHK pada areal hutan mangrove Aceh seluas 33.530 hektare, di daerah Langsa 19.000 hektare, Tamiang 15.000 hektare, Aceh Timur 8.900 hektare, Simeulue 2.400 hektare, dan sedangkan Aceh Barat 367 hektare. Namun, Potensi areal yang masih dimungkinkan untuk ditanami kembali adalah seluas 542 hektare. (Angga Pratama)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *