Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Pemkab. Tapin akan Buka Kawasan Reservasi dan Ekowisata Monyet Bekantan
Monyet Bekantan, satwa yang akan menjadi primadona sebagai konservasi dan area edukasi untuk masyarakat di Kawasan Reservasi dan Ekowisata Kabupaten Tapin
Medialingkungan.com – Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) akan membuka kawasan Reservasi dan Ekowisata Bekantan di kanal PT Atang Gunung Meratus (PT AGM) yang bisa diakses secara umum, pada 2016.
Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pembkab. Tapin, Muhammad Yunus, dalam keterangan persnya mengatakan bahwa Pemkab Tapin megapresiasi kerja sama AGM dalam mewujudkan pembuatan kawasan ekowisata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Minggu (15/02), di Jakarta.
Pemkab Tapin saat ini terus mengkoordinasikan kepada stakeholder dan beberapa dinas yang terkait seperti pertanian, peternakan, kesehatan, dan kehutanan.
“Nantinya kami juga akan melibatkan pemberdayaan masyarakat sekitar untuk dapat menjual berbagai macam produk lokal di ekowisata tersebut,” ujarnya.
Guna menunjang pembukaan ekowisata itu, gedung kantor pengelola dan menara pantau bagi para pengunjung untuk melihat monyet bekantan yang bergelayutan di pepohonan, pembangunannya terus dikerjakan.
Untuk bisa mencapai kawasan Reservasi dan Ekowisata Bekatantan, nantinya pengunjung bisa menempuhnya melalui jalur darat, lalu menumpang perahu menyusuri Sungai Muning. Pengunjung bisa melalui kantor PT AGM dari Banjarmasin menuju arah Tapin dan berhenti di KM 101 melalui jalur darat. Dari sana, pengunjung harus menggunakan transportasi umum yang jaraknya sekitar 2 jam dari Bandara Samsudin Noor, Banjarmasin.
Kemudian untuk melihat bekantan, pengunjung harus menyusuri Sungai Muning dari Pelabuhan Lok Buntar dengan perahu klotok sekitar 1 jam. Pelabuhan Lok Buntar adalah pelabuhan singgah sebelum batu bara diangkut ke kapal-kapal tongkang.
Bekantan-bekantan yang hidup di Rawa Gelam, memiliki keunikan tersendiri dan tidak didapati di wilayah Kalses lainnya. Keunikan itu terletak pada bagian wajahnya yang berhidung merah dan mancung.
Program CSR Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan
Deputi Eksternal Affair PT AGM, Budi Karya, menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga lingkungan melalui program CSR sebagai kontribusi perusahaan demi mendorong keberlangsungan kehidupan masyarakat sekitar perusahan, baik secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Menurutnya, CSR merupakan komitmen perusahaan dalam berkonstribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan, sehingga berdampak baik bagi kehidupan sosial.
Selain itu, Budi mengatakan , dalam upaya mendongkrak perekonimian warga sekitar, pihaknya juga berupaya melestarikan lingkungan, baik secara langsung maupun bekerjasama dengan pihak pemangku kebijakan melalui program CSR tersebut.
Budi menambahkan, untuk menjaga lingkungan, perusahaan biasanya menyalurkan dana CSR untuk membiayai kampanye pelestarian alam, pemberian bantuan pendidikan maupun pelatihan, penanaman pohon, pembuatan ruang terbuka hijau maupun taman, penghematan sumber daya alam, pengajaran hingga pengaplikasian daur ulang, serta penggunaan kembali produk-produknya.
PT AGM yang merupakan anak perusahaan PT Baramulti Sukses Sarana, dalam kegiatan CSR berbasis lingkungannya, menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB), WWF, Universitas Lambung Mangkurat, dan Pemkab Tapin, merancang pembangunan Kawasan Ekowisata Bekantan seluas 90 hektar.
“Dalam merancang pembangunan Kawasan Ekowisata Bekantan tersebut, terlebih dahulu tim yang dipimpin oleh Prof Dr Hadi S Alikodra yang dibantu oleh pakar bekantan Prof M Arief Soendjoto telah membuat penelitian yang dilakukan diwilayah Rawa Gelam, sekitar kanal PT AGM yang merupakan habitatnya bekantan,” pungkas Budi.(AH)