Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Perbankan Fokus Pada Sektor Lingkungan Hidup
Medialingkungan.com – Perbankan di Indonesia akan meningkatkan kapasitas pekerjanya di sektor lingkungan hidup melalui kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Peningkatan kapasitas tersebut dapat membuat bank lebih selektif dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan industri yang memiliki dampak pada lingkungan hidup dan sosial serta mengurangi risiko kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).
Plt Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk, Roy Arfandy menyatakan, perseroan akan melatih sumber daya manusia (SDM) jika terjadi peningkatan portofolio di sektor proyek yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dan sosial.
“Kalau memang ada banyak portofolio, kami akan menambah pelatihan untuk staf kami di Permata,” kata Roy di Gedung BI, Jakarta, Senin (26/05/2014).
Hingga saat ini, portofolio kredit sektor energi berkelanjutan di Bank Permata masih sebesar 1%-2% dari total penyaluran kredit. Sedangkan jumlah karyawan yang telah mendapat pelatihan dari KLH baru sebanyak dua orang.
Di lain pihak, PT Bank Mandiri Tbk, sudah melatih 40 pegawai terkait portofolio di sektor proyek yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dan sosial. Seluruh pegawai korporasi perseroan juga terlibat dalam aktivitas program bina lingkungan tersebut.
Direktur Risk Management Bank Mandiri, Sentot Sentausa mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah membiayai lima proyek energi terbarukan dengan total kredit senilai US$ 96 juta.
Ia menyebutkan beberapa proyek yang sementara ditangani diantaranya, proyek biogas 23,6 MW di Lampung senilai US$ 16 juta, proyek power plant combined cycle 20,6 MW di Batam senilai US$ 40 juta, proyek power plant combined cycle 20 MW senilai US$ 30 juta di Batam, proyek Hydropower 3×3 MW di Cianjur sebesar US$ 8 juta dan proyek Hydropower 2 MW di Wanakaka senilai US$ 3 juta.
Optimisme ini mencuat karena persoalan lingkungan mendorong semua pihak untuk membenahi standarisasi pengelolaan korporasi mengikut pada sentimen pasar yang meminta untuk fokus terhadap persoalan lingkungan hidup. Tindakan tersebut tidak hanya pada implementasi kegiatan lingkungan (CSR) perusahaan, namun pada setiap unit pelaksana perusahaan. (MFA)