Planet 21 Hijaukan Maccini Sombala Rayakan Hari Bumi

 Planet 21 Hijaukan Maccini Sombala Rayakan Hari Bumi

GM Hotel Ibis Nyoman Wirayasa (jongkok bertopi) menanam pohon dalam program Planet 21 merayakan Hari Bumi di Maccini Sombala (Gambar : Arpan Rachman)


Medialingkungan.com – “Masing-masing dari kita semua bisa membuat perubahan lewat Planet 21.” Itulah tajuk peluncuran program Planet 21 dirangkaikan perayaan Hari Bumi yang digelar Hotel Ibis Makassar City Center bekerja sama Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.

Gelar perayaan tersebut dihelat bersemangat dengan meriah di Maccini Sombala of Indonesia, Selasa (21/04). Sebanyak 150 bibit pohon bitti dan trembesi ditanam oleh puluhan karyawan Hotel Ibis dan pegawai Dishut Sulsel dalam ruang terbuka hijau di kawasan Tanjung Bunga, Makassar.

“Menanam pohon itu ibadah, semakin banyak menanam semakin banyak pahala,” ujar Syukri Mattinetta, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, yang menyiapkan 20 juta bibit pohon per tahun untuk ditanam di Sulsel. “Kapan pun ada kesempatan menanam, kami siap membantu,” ucap Syukri.

Planet 21 berupa program tujuh pilar dan 21 komitmen sebagai pola pembangunan berkelanjutan ala Hotel Ibis yang diinisiasi sejak 2007. Di dalam Planet 21 tercakup biodiversity yang salah satu programnya adalah menanam pohon.

Hotel Ibis sebagai hotel berjaringan kelas dunia sebelumnya sudah menanam jutaan pohon. Antara lain dalam kawasan seluas lebih 100 hektare menggandeng Inhutani di wilayah Pemalang, Jawa Tengah. Selain itu, di daerah Karang Asem, Bali, Hotel Ibis pun juga memiliki hutan sendiri berkolaborasi Dinas Kehutanan setempat.

“Accor Hotel punya program sustainable development program bernama Planet 21 dengan tujuh pilar yang disingkat CINLOKDEH (Carbon, Innovation, Nature, Local, Dialog, Employment, Health). Ada 21 komitmen, biodiversity di antaranya. Selain itu ada reduce (mengurangi) penggunaan air dan energy saving (hemat energi),” kata Nyoman Wirayasa, General Manager Hotel Ibis Makassar City Center.

Bukan hanya biodiversity, Planet 21 juga meliputi aspek lokal yang terkait dengan local food (kuliner lokal). Di samping itu, terdapat aspek balance food (keseimbangan makanan) dengan prinsip responsbile eating (makanan yang terjamin). “Responsible eating itu misalnya kita tidak boleh makan makanan seperti sirip ikan hiu atau secara umum fauna yang dilindungi. Itu tidak boleh di Accor, termasuk masak memakai MSG (Mononatrium glutamat),” ungkap Nyoman.

“Selain menanam pohon, kita juga punya program mengolah limbah. Dari setiap kamar yang telah diinapi tamu di Hotel Ibis petugas mengumpulkan sampah dan memilah-milahnya, misalnya sampah plastik dan sampah yang berasal dari bahan yang masih bisa didaur ulang,” seru Nyoman.

Nyoman menuturkan, dari proses pengolahan itu sampah dijual. Hasilnya disumbangkan ke Yayasan Peduli Tunas Bangsa (YPTB) yang berkonsentrasi membina remaja tidak mampu. YPTB menjadi bagian tanggung jawab sosial korporasi Hotel Ibis yang menampung para remaja tidak mampu untuk disekolahkan, dibekali keterampilan, dan ditanggung biaya hidupnya selama diasuh YPTB agar kelak bisa hidup mandiri. (Arpan Rachman)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *