Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
PLN Gunakan Batubara Cair Sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan
Ilustrasi (Gambar:anneahira)
Medialingkungan.com – Penggunaan batubara cair melalui proses upgrading (coal slurry) sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan mulai digunakan PLN untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) untuk tahun 2015-2024 mendatang.
Hal itu tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2015–2024. Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PT PLN (persero) Murtaqi Syamsuddin menyebutkan “Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan rata-rata 6.4 persen per tahun. Hal ini menjadikan pertumbuhan kebutuhan listrik pada RUPTL dalam kurun sepuluh tahun adalah 8,7 persen dengan asumsi pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 6 persen dan dipastikan Konsumsi listrik diperkirakan akan meningkat dari 219,1 terawatthour (TWh) di tahun 2015 menjadi 464,2 TWh pada tahun 2024,” dilansir oleh Liputan6.com, Kamis, (19/2).
PT PLN (Persero) memperkirakan rasio elektrifikasi atau rasio warga yang sudah menikmati listrik mencapai 99,4 persen pada 2024, itu berarti masih ada 0,6 persen penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik.
Murtaqi mengungkapkan untuk meningkatkan pasokan listrik, PLN bekerja sama dengan pihak swasta bakal membangun infrastruktur kelistrikan dengan kapasitas 42.7 gigawatt (GW). Ia menambahkan pembangunan kapasitas pembangkit ini dibagi dua, yakni oleh PLN sebesar 13,7 GW dan oleh pihak swasta sebesar 29 GW.
Penggunaan Coal slurry sebagai pembangkit skala kecil pengganti PLTD untuk beban dasar merupakan bahan bakar pembangkit listrik ramah lingkungan yang dilakukan melalui proses pembakaran dengan mekanisme penyemprotan serta lebih mudah ditransportasikan karena bisa disimpan dalam tangki, kata Murtaqi.
“Untuk saat ini PLN sudah membangun sebuah pembangkit yang dijadikan pilot project berkapasitas 500 kilo Watt (kW) di Karawang, Jawa Barat. Pembangkit ini akan digunakan untuk mengaliri listrik di kepulauan pada tahun 2015 ini. Dalam rencana jangka panjang, PLN juga berencana untuk mengimplementasikan pembangkit dengan bahan bakar coal slurry tersebar di wilayah Papua dan Maluku,” ujarnya.
Menurut Handbook of Energy and Economic Statistic of Indonesia 2013 yang diterbitkan oleh Pusdatin Kementerian ESDM pada tahun 2013, sumber daya batu bara Indonesia mencapai 119,4 miliar ton yang tersebar terutama di Kalimantan sebanyak 55,8 miliar ton, Sumatera sebesar 63,2 miliar ton dan daerah lainnya 0,4 miliar ton. (GD)