Setelah SVLK Final, Ekspor Kayu Akan Meluas ke Uni Eropa

 Setelah SVLK Final, Ekspor Kayu Akan Meluas ke Uni Eropa

Kayu jabon yang diolah oleh industri kayu di Indonesia untuk di ekspor ke luar negeri (Gambar: bp)


Medialingkungan.com – Menurut data Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat nilai ekspor produk kayu berupa panel kayu, woodworking, pulp, kertas, dan bangunan prefabrikasi meningkat sejak diberlakukannya persyaratan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di bulan Januari 2013.

Sepanjang bulan Januari 2013 hingga Juni 2015 telah diterbitkan lebih dari 260.000 dokumen V-legal produk industri kehutanan yang diekspor ke 194 negara tujuan. Nilai ekspor juga meningkat secara bertahap.

Sebelum SVLK berlaku, nilai ekspor produk kehutanan pada tahun 2012 tercatat mencapai U$ 5,17 atau setara dengan Rp 67,210 miliar. Namun di tahun 2013, ketika SVLK telah diberlakukan, nilai ekspor terus meningkat menjadi US$ 5,74 atau setara dengan RP 74,620 miliar dan terus naik menjadi US$ 5,96 atau Rp 77,480 miliar pada 2014.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari KLHK, Ida Bagus Putera Parthama mengungkapkan, nilai ekspor diprediksi akan menjulang drastic ketika SVLK dapat diterima secara utuh oleh Uni Eropa.

“Saat ini SVLK diterima di negara Uni Eropa, namun belum keseluruhan. Kami akan membuka pasar yang lebih luas ke seluruh Negara tetangga,” ucap dia, seperti yang dilansir tempo, Jumat (26/06).

Negosiasi dengan Uni Eropa akan memasuki tahap final pada 8 Juli 2015 mendatang. Jika kesepakatan telah dicapai, maka mulai 1 Januari 2016 kedepan seluruh produk kayu bersertifikat SVLK akan dapat beredar secara bebas di 28 negara anggota Uni Eropa, ujarnya. (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *