Surabaya, Guangzhou, dan Guangdong, akan Ikat Kerjasama

 Surabaya, Guangzhou, dan Guangdong, akan Ikat Kerjasama

Kondisi kota Guangzhou, China, yang mencerminkan sistem transportasi dan pembangunan lingkungan menunjang pembangunan ekonomi (Gambar: Petrus Riski VOA)


Medialingkungan.com — Sistem transportasi di Kota Guangzhou, China menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Kota Surabaya. Hal ini ditandai dengan adanya niat kerjasama kedua kota ini sebagai upaya mengoptimalkan kualitas trasportasi dan angkutan.

Ketua Persahabatan Indonesia-China, Chandra Wuriyanto Wo mengatakan bahwa kunci kemajuan perekonomian suatu bangsa adalah sistem transportasi disertai pembangunan jalan yang optimal dan terus berkembang. Menurutnya, pembangunan jalan serta sistem transportasi di Kota Guangzhou dapat adopsi di Surabaya dalam rangka meminimalisir biaya angkut barang yang tinggi, yang ditengarai sebagai penyebab perlambatan pembangunan ekonomi.

Ia menambahkan, kombinasi pembangunan sistem transportasi, pembangunan jalan, dan pembangunan lingkungan merupakan faktor penting kemajuan suatu daerah – yang baik untuk melancarkan perekonomi di Kota Surabaya.

Tian Xiaoping, Warga Guangzhou yang berprofesi sebagai pengusaha mengatakan, persoalan lingkungan mesti menjadi perhatian serius pemerintah serta masyarakat, agar pembangunan tidak memberikan efek negatif yang justru  merugikan masyarakat.

Ia menyontohkan, penerapan program air bersih, udara bersih dan lingkungan bersih, merupakan dasar pembangunan lingkungan yang baik dalam membangun masyarakat yang produktif dan sehat. Sistem keberlanjutan (sustainable) akan ia katakan, akan menunjang produktivitas masyarakat. Selain itu, kreatifitas masyarakat juga akan terbangun jika kondisi lingkungan saling bersinerji.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya, Ifron Hadi menyatakan, kerjasama antar Kota Surabaya dengan Kota Guangzhou maupun Kota Jiangmen di Provinsi Guangdong, China adalah kerjasama untuk memperbaiki kualitas pembangunan kota dan masyarakat.

“Sangat layak lah ini untuk menjadi acuan kita, untuk bisa saling sharinguntuk masalah transportasi sangat layak. Tentu saja kita harus banyak-banyak mengembangkan networking, jaringan ya, kerjasama antar daerah di Indonesia maupun dengan pihak-pihak yang ada di luar negeri,” kata Ifron Hadi pada VOA.

Ia menganggap bahwa masing-masing kedua kota ini memiliki kelemahan dan kelebihan. Pada bagian yang menjadi kekurangan inilah yang akan di buatkan kerjasama untuk membangun kondisi yang nyaman bagi masyarakat serta menunjang pembangunan ekonomi daerah. (MFA)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *