Tambang di Gowa Rusak Lingkungan

 Tambang di Gowa Rusak Lingkungan

Aktivitas penambangan galian c di Parangloe, Kabupaten Gowa, sulawesi Selatan (Gambar: Antara)


Medialingkungan.com – Keberadaan tambang galian C di Kecamatan  Parangloe disoroti secara serius oleh Ichsan Yasin Limpo, Bupati Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, kegiatan pertambangan tersebut telah merusak lingkungan dan jalan di kecamatan tersebut. Ichsan kemudian mengajak masyarakat ikut serta mengawasi aktivitas tambang di Parangloe.

Ia menyebutkan bahwa dibanding retribusi yang diperoleh Pemkab Gowa dari usaha pertambangan yang  hanya Rp1,4 miliar, perbaikan jalan – terutama pemulikhan lingkungan hidup biayanya jauh lebih besar.

Ia memperkirakan besar dana yang harus dikeluarkan melakukan perbaikan jalan dan lingkungan yang mencapai Rp40 miliar.

” Ini menjadi tidak rasional. Uang yang kita keluarkan sangat besar, sementara retribusinya kecil,”  ujarnya  di hadapan masyarakat Bobtomarannu, Pattallassang, Parangloe dan Manuju yang menghadiri kunjungan kerja bupati yang dipusatkan di Parangloe, Rabu (17/09).

Dia juga memberi dukungan  masyarakat dan mahasiswa yang melakukan penutupan jalan bila dilewati truk pengangkut tambang ilegal.

“Kalau ada yang tutup jalan yang dilewati truk pengangkut tambang ilegal , mari kita dukung bersama,” ungkapnya.

Jika menelisik dari segi aturan, maka kegiatan pertambangan harus sesuai dengan kaidah lingkungan hidup. Reklamasi tambang bekas kegiatan pertambangan wajib dipenuhi oleh pihak korporasi. Jika tidak, maka izin tambang bisa diajukan untuk dicabut hak kelolanya.

Industri ekstraktif ini dengan mudah melabrak dan mengakali berbagai aturan yang bertentangan dengan kepentingannya, termasuk Undang-Undang Nomor  32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup (PPLH). (MFA)

 

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *