Titik Api di Sumatera dan Kalimantan Capai 1000 titik

 Titik Api di Sumatera dan Kalimantan Capai 1000 titik

Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera (Gambar: BBC/AFP)


Medialingkungan.com – Badan Nasonal Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi titik api yang berada di Sumatera dan Kalimantan. Per Kamis (20/08), BNPB mencatat terdapat sekitar 720 titik api yang tersebar di Sumatera dan 246 di Kalimantan.

Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa pihaknya kesulitan mendeteksi jumlah titik api secara pasti karena satelit yang digunakan untuk memantau tidak mampu menyisir Sumatera secara mendetail.

Menurutnya, titik api itu tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Lampung, Bengkulu, Babel, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Meski begitu, dari melihat kondisi asap, titik apinya masih banyak. Demikian juga di Kalimantan, kalau melihat jumlah titik apinya juga hampir sama (dengan kemarin), bahkan kini menyebar di seluruh Kalimantan,” jelas Sutopo kepada BBC Indonesia, Jumat (21/08).

Ia juga mengatakan Gubernur Riau, Sumsel, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng telah menyatakan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kendati demikian, Gubernur Jambi masih belum menyatakan status darurat terhadap wilayahnya meskipun BNPB sebelumnya telah menyampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jambi untuk mendesak gubernur mengeluarkan status darurat bencana kebakaran hutan dan lahan.

“Namun sampai sekarang kami belum dapat pemberitahuan tentang hal itu (status darurat) dan sudah cukup lama kami meminta,” ungkapnya.

Akibatnya, BNPB tidak bisa melakukan bantuan pemadaman titik api terutama untuk membuat hujan buatan atau bom air.

Kini proses pemadaman titik api di Jambi hanya dilakukan dengan operasi di darat dengan bantuan tim gabungan Manggala Agni — termasuk di dalamnya polisi, TNI, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Saat ini, proses pemadaman lewat darat dan udara juga dilakukan di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Jambi pada Kamis (20/08) terbawa angin hingga ke Pekanbaru yang menyebabkan jarak pandang hanya sejauh 3 km. Daerah lainnya seperti Rengat berjarak pandang hingga 5 km, bahkan di Pelalawan hanya sejauh 2 km.

Sutopo mengatakan, pihak BNPB sejak akhir Juni lalu telah melakukan hujan buatan di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Bahkan, pada Selasa (25/08), BNPB akan melanjutkan operasi hujan buatan untuk mengatasi kekeringan di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Provinsi Sulawesi Selatan. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *