TNBTS Terbakar, Habitat Lutung Jawa Hilang

 TNBTS Terbakar, Habitat Lutung Jawa Hilang

Lutung jawa ((Gambar: Michal Sloviak)


Medialingkungan.com  – Kebakaran yang melahap sekitar 450 hektare kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, ikut menghanguskan habitat lutung di area tersebut.  Nyala api terhitung sejak selasa (09/09) hingga (11/09).

Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari mengatakan, api tersebut membakar kawasan taman nasional di Gunung Bromo yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo hingga Lumajang.

Dari 450 hektare yang terbakar, ditaksir sekitar 100 hektare padang savana dan sekitar 350 hektar yang merupakan kawasan di sekitar tebing dari lereng Watu Kutho hingga Watu Gede  yang dijangkau api.

Nyala api baru berhasil dipadamkan pada Kamis (11/09) pukul 17.00 WIB, katanya saat dihubungi lewat telepon oleh Antara, Jumat (12/09).

“Tebing Watu Kutho hingga Watu Gede yang dipenuhi dengan tumbuhan cemara gunung yang merupakan habitat lutung Jawa ikut terbakar, sedangkan padang savana yang terbakar juga merupakan habitat burung-burung kecil,” katanya.

Kendati demikian, hasil pengamatan petugas pasca kebakaran menunjukkan bahwa bangkai satwa di area kebakan tak satupun yang ditemukan.

Hal ini menurut ayu masih bersifat asumsi dan belum bisa dipastikan kebenarannya

“Kami tidak tahu apakah lutung dan burung-burung kecil tersebut ikut terbakar pada saat kebakaran di kawasan bukit Teletabis Gunung Bromo hingga kawasan B-29 Lumajang, namun ekosistem mereka dipastikan rusak karena sudah hangus terbakar terutama ekosistem burung di padang savana,” ujarnya.

Ia menjelaskan kebakaran kali ini merupakan kebakaran terbesar dalam enam tahun terakhir.

Menurutnya, untuk melakukan rehabilitasi di kawasan padang savana yang terbakar memang tidak membutuhkan waktu terlalu lama karena suhu udara di kawasan setempat mencapai -7 derajat celcius dan tanaman di sana merupakan ilalang, rumput, dan pakis yang mudah tumbuh. Namun, untuk mengembalikan habitat lutung Jawa di kawasan tebing yang ditumbuhi cemara gunung membutuhkan waktu cukup lama, bisa sampai puluhan tahun agar dapat pulih. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *