Masyarakat Kenya Tidak Akan Lagi Mengalami Krisis Air

 Masyarakat Kenya Tidak Akan Lagi Mengalami Krisis Air

Anak-anak Kenya yang Lagi Tunggu Air (Gambar: kidsklik)


Medialingkungan.com – Masyarakat Kenya terkenal dengan krisis air yang selalu diderita oleh penduduknya. Namun, kali ini masyarakat Kenya di wilayah pinggiran Rift Valley tidak lagi dihantui oleh ketakutan kekurangan air. Sebab, saat ini air di daerah tersebut dipenuhi dengan air bahkan mereka bisa memanen air kapanpun mereka butuhkan.

Lembaga International Medical Corps (IMC )memperkenalkan sebuah bendungan, melalui program ‘Panen Air’ kepada warga Kenya di Engilae. Agar bendungan tersebut dapat berjalan lancar dalam pembangunannya, IMC dan warga saling bekerjasama dalam menjaga dan merawatnya.

Program panen air ini sebenarnya adalah istilah yang digunakan masyarakat untuk bendungan atau lebih tepatnya tempat penampungan air yang dibuat berupa benteng beton di samping sungai Ngeng’ yang berfungsi untuk menangkap hujan dan menyimpan air selama periode hujan berlangsung.

“System panen air tersebut mengubah hidup kami. Perempuan yang dulunya harus pergi berkilo-kilo meter berjalan kaki untuk mendapatkan air sekarang tidak perlu melakukan rutinitas tersebut. Pasalnya, air yang mereka dapatkan juga tidak terjamin kebersihannya karena mereka juga harus berbagi dengan hewan-hewan liar,” ujar Samuel Lontogunye (69) salah satu warga Engilae.

Saat ini sekolah dan klinik kesehatan desa dapat menikmati fasilitas air bersih tersebut. Para keluarga juga tidak perlu khawatir untuk menggunakan air untuk memasak, mandi dan mencuci. Peternak juga tak perlu jauh-jauh menggiring ternak mereka untuk memperoleh air, katanya.

Di lain hal, Seth Kwatemba, Pejabat IMC menyebutkan bahwa “Bendungan baru tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara masyarakat dan membantu mereka untuk mengatasi permasalahan mereka dalam hal krisis air.”

Kwatemba berharap bendungan tersebut tidak hanya menampung air yang mengalir melalui sungai saja namun juga dapat menampung air apabila curah hujan sedang tinggi.

Lebih lanjut Kwatemba mengatakan bendungan tersebut dapat menampung lebih dari 20.000 liter air setiapharinya. Kemudian energi matahari akan memompa air masuk ke tangki penyimpanan yang terletak di bawah tanah melalui pipa-pipa air yang telah dipasang. (UT)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *