Apple, Facebook, Google Menuju Internet Hijau, Penggunaan Batubara Tetap Berjalan

 Apple, Facebook, Google Menuju Internet Hijau, Penggunaan Batubara Tetap Berjalan

Apple (Gambar : Apple Inc)


Medialingkungan.com – Perusahaan internet terbesar seperti Apple, Facebook dan Google terus memimpin dalam upaya membangun sebuah jaringan internet yang menggunakan sumber energi terbarukan.

Namun menurut laporan Greenpece (12/05), sektor bahan bakar fosil yang tidak kooperatif dan pertumbuhan permintaan energi yang cepat untuk internet menempatkan ambisi perusahaan ini sia-sia.

Greenpeace beranggapan bahwa upaya yang dilakukan dalam utilitas investasi batubara di data center terus mengalami pertumbuhan, terutama dari tingginya permintaan energi tidak ramah lingkungan itu dalam meningkatkan kapasitas pelayanan digitalnya, seperti di Virginia, North Carolina, dan Taiwan.

“Perusahaan Teknologi harus beralih ke pilihan cerdas dengan menggunakan energi terbarukan untuk daya internetnya, tetapi “mereka” keras kepala dengan menolak untuk beralih ke sumber energi abad ke-21. Perusahaan-perusahaan Internet perlu bekerjasama untuk mendorong utilitas dan membuat kebijakan untuk menyediakan 100% energi terbarukan dan menghindari penciptaan internet kotor. “Kata Gary Cook, Senior Analyst TI untuk Greenpeace USA.

Dalam Laporan Clicking Clean: A Guide to Building the Green Internet itu, Greenpeace juga menyoroti kurangnya transparansi dari Amazon Web Service (AWS), sebuah perusahaan layanan penyimpanan data. AWS telah mengambil beberapa langkah yang signifikan selama setahun ini, termasuk komitmen dalam penggunaan daya dengan 100% energi terbarukan, tetapi kurangnya transparansi tentang penggunaan energi adalah kekhawatiran bagi pelanggannya.

Meskipun AWS memang mengumumkan rencananya untuk membeli lebih dari 100 MW energi angin setahun terakhir ini, Greenpeace menemukan bahwa AWS memang secara cepat berkembang di Virginia. Berdasarkan analisis permit application oleh anak perusahaan Amazon, Vadata – AWS melakukan investasi dalam kapasitas data centernya yang baru pada tahun 2014, yang akan meningkatkan pasokan energi sebesar 200 MW di negara itu, di mana kekuatan utilitas Dominion energi terbarukan hanya sekitar 2% saja.

Meskipun AWS mengumumkan rencana untuk membeli lebih dari 100 MW energi angin dalam setahun terakhir ini, Greenpeace menemukan bahwa AWS terus berkembang dengan cepat di Virginia.

Laporan ini menemukan bahwa Apple terus menjadi perusahaan paling agresif dalam penggunaan energi dalam mengoperasikan pusat data melalui energi terbarukan. Meski terus mengalami pertumbuhan yang cepat, Apple tampaknya terus berpacu dengan suplai dari energi terbarukan, menjaga reputasi dengan 100% penggunaan energy terbarukan untuk satu tahun lagi, disusul Yahoo, Facebook dan Google dengan masing-masing 73%, 49% dan 46% dari penggunaan energi bersih.

Greenpeace juga menemukan bahwa investasi Amazon saat ini akan memberikan sebuah bauran energi terbarukan sebesar 23% untuk operasinya.

“Amazon perlu memberikan informasi lebih lanjut mengenai transparasnnsi data center dan bagaimana hal itu bergerak menuju 100% energi terbarukan seperti Apple, Google, dan Facebook yang telah berekspansi lebih dulu dan secara cepat keluar dari ketergantungan batubara dan hal demikian harus menjadi perhatian untuk pelanggan seperti Netflix dan Pinterest yang sepenuhnya tergantung pada Amazon untuk operasi online mereka. Peningkatan transparansi akan memungkinkan pelanggan AWS tahu di mana mereka dan AWS berdiri di perjalanan mereka ke energi terbarukan 100%, “kata Cook. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *