Asuransi Perubahan Iklim untuk Petani Kecil

 Asuransi Perubahan Iklim untuk Petani Kecil

Ilustrasi (Gambar: Dok)


Medialingkungan.com – Negara-negara Mongolia sampai Nigeria menciptakan model asuransi terbaru yang bertujuan untuk melindungi petani kecil di seluruh dunia. Terkhusus kepada petani kecil yang menderita akibat pengaruh cuaca ekstrim yang tak menentu dari perubahan iklim.

Model asuransi itu dikeluarkan oleh pemerintah setempat dan Kelompok Riset Perubahan Iklim Pertanian dan Ketahanan Pangan Universitas Columbia (CCAFS).

CCAFS mengatakan bahwa berbagai rintangan mengenai infrastruktur yang buruk dan kurangnya pendanaan telah teratasi berkat kerjasama kooperatif dari beberapa Negara, dan saat ini asuransi tersebut telah tersedia untuk jutaan petani kecil.

Berkat asuransi tersebut, banyak petani mampu mendapatkan proteksi dari kemungkinan kerugian yang dialami para petani pada umumnya. Sebelum adanya asuransi tersebut, para petani menggunakan mekanisme ganti rugi yang konvensional, dimana ukuran pembayaran hanya berdasarkan pada kerugian khusus yang dihadapi klien.

Pada asuransi model baru ini para petani akan menerima pembayaran apabila jumlah curah hujan dalam suatu periode tertentu meningkat atau menurun melampaui tingkat yang dapat diterima, atau jika hasil panen rata-rata di daerah tertentu turun di bawah tingkat yang dapat diterima.

“Asuransi ini dapat membantu kehidupaan jutaan petani kecil di seluruh dunia, yang mengalami banyak kerugian dalam menghadapi cuaca yang semakin tidak menentu karena perubahan iklim”, Tutur Dan Osgood Profesor Universitas Columbia yang juga terus mencatat penelitian.

Mongolia, Nigeria dan India dilaporkan telah menggunakan asuransi jenis baru ini. Mongolia pada saat ini berfokus pada asuransi ternak — yang telah menghubungkan 15.000 pengembala ternak. Sedangkan India mengembangkan asuransi berbasis cuaca yang dimana pada Negara tersebut sebagian besar penduduknya adalah petani yang selalu mengalami kerugian akibat cuaca ekstrem. Total pengguna asuransi ini di Inda adalah 12 juta petani.

Di Nigeria, lebih dari 6 juta petani akan memanfaatkan mekanisme asuransi ini, kata Debisi Araba Pejabat Kementrerian Pertanian Nigeria. Sistem asuransi ini menungkinkan petani untuk membeli asuransi seharga $2,50 dengan total klaim mencapai $100 jika tanaman mereka rusak akibat banjir, kabakaran atau bencana lainnya. (UT)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *