Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Batu Dinding Kilo Tiga, Surganya Pemanjat Tebing
Dinding Kilo Tiga yang ada di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Gambar: gocelebes)
Medialingkungan.com – Kebanyakan wisatawan hanya ingin menikmati pemandangan indah nan eksotis. Namun, tak sedikit wisatawan yang senang menantang adrenalin, dengan olahraga ekstrim yang mereka senangi saat berwisata.
Pulau Sulawesi, sebagai salah satu pulau tujuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ini banyak juga menyediakan tempat wisata ekstrim. Salah satu wisata ekstrim di Pulau celebes adalah Batu Dinding Kilo Tiga, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Dinding yang terletak di Desa Kilometer 3 (Km3), Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, mungkin bisa menjadi surga bagi para pencinta olahraga ekstrim panjat tebing. Batu Dinding Kilo Tiga merupakan tebing alami yang unik. Permukaan dindingnya terlihat seperti susunan-susunan balok ukuran besar terbalik.
Bentuk dinding yang menampilkan susunan balok terbalik ini akan menguji pengalaman anda dalam panjat tebing. Dinding megah nan indah ini menjulang tinggi sejauh 90 meter. Semakin ke atas, dinding ini semakin menonjolkan bagiannya. Tentunya kondisi ini akan sangat menguras tenaga dan pikiran untuk menaklukkan batu dinding tersebut.
Berikut beberapa jalur pemanjatan yang ada di Minahasa:
- Jalur Ofu. ‘Ofu’ adalah bahasa masyarakat setempat yang berarti ‘Lebah’. Dinamai Jalur Ofu karena jalur pemanjatanmelewati beberapa sarang lebah. Tentu saja sarang tersebut masih berpenghuni. Ektrim, bukan?
- Jalur Spider adalah jalur pemanjatan yang cukup panjang, dimana jalurnya tidak hanya satu tetapi banyak serta terputus-putus. Dinamai Jalur Laba-laba karena untuk menyelesaikan jalur ini, Anda harus melompat dari jalur satu ke jalur yang lain.
- Jalur Hang Dog. Pada Jalur Pemanjatan ini, Anda harus beberapa kali bergelantungan.
- Jalur Clim Or Swim (COS). Pada satu sisi, tebing berbatasan dengan aliran air. Jalur Pemanjatan COS ini menyilang dan melewati aliran air yang ada dibawah tebing tersebut. Sehingga ketika Anda terjatuh di tengah Jalur Pemanjatan, maka Anda akan langsung ‘berenang’.
- Jalur Teri. Dinamai Jalur Teri karena saat pembuatan jalur ini, para anggota tim pembuat jalur hanya makan dengan lauk Ikan Teri.
- Jalur Tragedi. Jalur Pemanjatan ini merupakan jalur peringatan pada sebuah tragedi, yang terjadi pada saat jalur ini dibuat. Dimana beberapa anggota tim tewas terseret luapan banjir Sungai Ranoyapo, yang letaknya berdekatan dengan lokasi tebing.
- Jalur Malaria juga merupakan jalur peringatan, karena saat jalur ini dibuat seluruh anggota team terserang penyakit Malaria. Pada saat yang sama, penyakit ini juga menyerang penduduk desa terdekat. Jalur malaria termasuk jalur tersulit di tebing ini, setelah Jalur Ratapan.
- Jalur Ratapan adalah Jalur Pemanjatan yang tersulit. Dinamai Jalur Ratapan karena ketika Anda menempuh jalur ini, keahlian pemanjatan Anda akan sangat teruji. Stamina, pikiran, dan tenaga akan terkuras habis untuk menaklukan jalur ini. Sehingga besar kemungkinan Anda akan mengeluh, atau ‘meratap’.
Untuk mencapai lokasi ini anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Namun jika menggunakan kendaraan umum tidak bisa ditempuh hanya satu kali naik. Anda harus naik ojek dari titik penurunan angkutan kota menuju Desa Kilo Tiga.
Disarankan bagi yang berminat agar membawa peralatan panjat sendiri. Untuk keamanan pemanjatan disarankan agar menghubungi Forum Komunikasi Pecinta Alam Sulawesi Utara.
Walaupun tidak dipungut biaya tiket ketika mengunjungi Batu Dinding, diharapkan agar para wisatawan agar memberikan sumbangan sukarela pada tempat yang telah disediakan. Karena perawatan Lokasi ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. (Ir)

