Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim di Kaltim
Sekolah Laang Iklim yang digelar BMKG sejak Minggu hingga Rabu (22-25/06/2014). (gambar:BMKG)
Medialingkugan.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar sekolah lapang iklim (SLI) tahap II di Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan yang dilaksakan selama tiga hari ini diharapkan mampu memeberikan pengetahuan kepada para petani terhadap perubahan dan karakter iklim yang terjadi di daerahnya.
Bertempat di Hotel Sagita, Balikpapan, Kegiatan yang dimulai sejak Minggu hinga Rabu (22-25/06) itu mengusung tema “Pentingnya Informasi Iklim Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan”.
Kegiatan ini diikuti oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berjumlah 25 peserta dari Dinas Pertanian wilayah Kalimantan Timur. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Stasiun Meteorologi Sepinggan Balikpapan, Imam Mashudi, bersama Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Balikpapan, Kepala Subid Analisa Klimatologi, Agroklimat dan Iklim Maritim BMKG Pusat, Kepala Stasiun Meteorologi Samarinda dan Kepala Geofisika Balikpapan.
Dalam sambutannya, Imam Mashudi menyampaikan beberapa hal penting terkait hubungan informasi iklim dan kegiatan pertaninan.
“Manfaat Informasi iklim kaitanya dengan kegiatan pertanian diantaranya; untuk menyusun rencana kerangka waktu/pola tanam terhadap musim yang akan dihadapi, untuk mengantisipasi resiko kegagalan panen karena perilaku kondisi iklim ekstrim, dan diharapakan informasi iklim ini dapat mendukung pencapaian program strategis pemerintah yaitu Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan Ketahanan Pangan dalam upaya menyikapi keragaman dan perubahan iklim,” ujar Imam.
Ia menyarankan, para petani yang mengikuti SLI mendesiminasikan kepada petani lainnya, agar informasi yang telah diterima, mampu diaplikasikan juga oleh petani lainnya untuk memperoleh produktivitas tani yang maksimal.
Himbauan ini menurutnya cukup efektif sebagai penyebaran informasi, persamaan bahasa yang sudah terbangun, memudahkan para petani itu memahami hasil-hasil pelatihan yang telah dilakukan oleh para peserta SLI. (MFA)