BPBD Banjarnegara Umumkan 13 Kecamatan Rawan Longsor

 BPBD Banjarnegara Umumkan 13 Kecamatan Rawan Longsor

Presiden Jokowi meninjau lokasi longsor di Banjarnegara pada 2014 lalu (Gambar: Idhad Zakaria/Ant)


Medialingkungan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara memprediksi, musim hujan mulai berlangsung akhir Oktober 2015. Untuk mengantisipasi bencana yang timbul, BPBD mengumumkan wilayah yang masuk dalam zona merah rawan longsor.

“Dari 20 kecamatan di daerah kita, 13 di antaranya merupakan daerah rawan longsor dan sudah termasuk dalam zona merah,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Catur Subandrio pada Sindo, Selasa (13/10).

Catur menyatakan, 13 kecamatan rawan longsor itu, antara lain; dari Kecamatan Pandanarum, Batur, Kalibening, Wanayasa, Karangkobar, Banjarmangu, Punggelan, Sigaluh, Pagedangan, Madukara, Klampok, Pejawaran, dan Purwonegoro.

Lebih lanjut ia tegaskan, dari 13 kecamatan tersebut, kecamatan paling rawan longsor, antara lain: Banjarmangu, Karangkobar, Pandanarum, Pagentan, Madukara, Wanayasa, Kalibening, Pejawaran, dan Batur.

“Kami telah melaksanakan sosialisasi di desa-desa rawan bencana serta membentuk pokmas (kelompok masyarakat) desa tangguh bencana untuk mengantisipasi ketika ada retakan tanah agar segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami juga membentuk pos di masing-masing desa rawan longsor,” ujar Catur.

Menurut Catur, daerah rawan longsor itu sebagian besar di wilayah pegunungan utara Banjarnegara. Selebihnya, di wilayah pegunungan selatan Banjarnegara, yakni Desa Kaliajir, Kecamatan Purwonegoro. Untuk itu, BPBD mengimbau agar masyarakat tetap waspada.

“Kami imbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana tanah longsor karena kondisi tanah yang kering dan retak-retak akibat kemarau sangat berpotensi longsor ketika diguyur hujan,” tambahnya. {Fahrum Ahmad}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *