Bupati Bengkalis Dukung Program Restorasi Lahan Gambut

 Bupati Bengkalis Dukung Program Restorasi Lahan Gambut

Lahan gambut yang habis terbakar pada tahun kemarin (Gambar: harnas.co)


Medialingkungan.com – Upaya restorasi lahan gambut seluas 2 juta hektar yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dipastikan tidak akan menghentikan kegiatan budidaya baik perkebunan dan hutan tanaman yang sudah berjalan selama ini, karena masih bisa dijalankan dengan pengelolaan tata air gambut.

Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead mengungkapkan arahnya adalah pengaturan tinggi muka air agar gambut tetap lembab dan tidak mudah terbakar.

Sedangkan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin sangat mendukung program restorasi ini, karena selain untuk memulihkan lahan yang rusak, program ini untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan di areal gambut.

“Sebagai daerah yang memiliki lahan gambut, tentu kita sangat mendukung program restorasi lahan gambut. Namun kita akan tetap melakukan pendataan dan inventarisir lahan yang ada, sehingga tidak bersinggungan dengan masyarakat,” ungkap Bupati Bengkalis Amril Mukminin, seperti yang dilansir melalui situs resmi Kabupaten Bengkalis, Selasa (15/03).

Amril mengatakan, melalui program ini setidaknya mampu mengembalikkan lingkungan di kawasan lahan gambut dan dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama saat musim hujan.

“Begitu pentingnya hal tersebut. Jangan sampai niat baik kita untuk memulihkan lahan gambut berbenturan dengan kepentingan masyarakat. Intinya restorasi ini, agar tidak menimbulkan keresahan warga yang khawatir akan terkena dari program ini,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri PUPR, Basuki menyatakan, berdasarkan identifikasi ada 33,4 juta hektar lahan rawa dimana sekitar 20,2 juta diantara adalah rawa gambut. Saat ini Kementerian PUPR berkoordinasi dengan Badan Informasi geospasial sedang menyusun peta rawa untuk mendukung sesuai UU No 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospatial dan Peraturan Menteri PUPR No 29/PRT/M/2015 tentang Rawa.

“Penetapan rawa ini diperlukan untuk menentukan jenis rawa yaitu apakah tergolong Fungsi Lindung atau Fungsi Budidaya,” tuturnya. {Angga Pratama}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *