Dekotora (Decoration Truck) Gelar Acara Amal Untuk Korban Tsunami Fukushima

 Dekotora (Decoration Truck) Gelar Acara Amal Untuk Korban Tsunami Fukushima

Dekotora (Decoration Truck) Yang di Selenggarakan Untuk Korban Tsunami (Gambar:istimewa)


Medialingkungan.com – Pasca benca alam Tsunami yang terjadi di Fukushima beberapa waktu lalu, banyak bantuan berdatangan. Diantaranya ada 300 truk Jepang berkumpul di taman barat Kota Ishikawa, Jepang. Penyelenggara kelompok Hokuseikai Japan, mengadakan acara foto sesi ke-28 yang berhasil mengumpulkan 300 truk bervariasi warna, hiasan mentereng, biasa disebut dekotora (decoration truck) atau truk dekorasi.

Dalam acara ini yang dilakukan yakni berkumpul, berfoto bersama, dalam acara mencari sumbangan bagi korban bencana alam 11 Maret 2011 di Tohoku (Fukushima, Miyagi, dll), Minggu (20/7/2014) lalu.

Para pengunjung ribuan orang cukup terhibur dengan acara tersebut, melihat beraneka ragam dekorasi dilakukan berbagai truk dari 16 kelompok truk, mulai yang kelompok truk penghias gambar animasi, gambar binatang dan berbagai gambar menarik lain, serta dekorasi lampu gemerlap pada truk, membuat truk sangat meriah di mata para pengunjung.

Kalangan perhotelan Kanazawa yang mensponsori acara itu juga mengucapkan selamat datang kepada para dekotora. Ada pula acara dansa, acara permainan (game) dan sebagainya seperti sebuah festival. TV Hokkoku, TV Kanazawa dan radio FM Ishikawa juga ikut mensponsori acara tersebut.

Dekotora awalnya mulai ramai dilakukan di Yokoham dan Miyazaki tahun 1970. Terutama banyak berkeliaran di daerah pelabuhan, pinggir pantai Hachinohe Ishinomaki.

Dua orang sutradara film Truck Yaro yaitu Suzuki Norifumi, Aikawa Kinya melihat keberadaan Dekotora di jalan tol Tomei menjadi tertarik mem-film-kan dan film itu baru ditayangkan kepada masyarakat tahun 1975.

Akhirnya berbagai truk meniru gaya tersebut dan semakin populer lah Dekotora dari hari ke hari terutama masa gelembung ekonomi akhir tahun 1990-an karena perekonomian Jepang sangat baik. Tapi kini seiring dengan perekonomian Jepang yang masih susah, dekotora semakin sedikit karena membutuhkan biaya tambahan pemeliharaan dengan hiasan-hiasan tersebut. (DN)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *