Drone, UAV untuk Pemetaan dan Identifikasi Sumber Daya Alam

 Drone, UAV untuk Pemetaan dan Identifikasi Sumber Daya Alam

Salah satu tipe drone yang digunakan untuk mengidentifikasi serbuk sari atau pollen tanaman (Gambar : Naufal)


Medialingkungan.com – Drone atau mesin terbang menyerupai pesawat yang dikontrol melalui kendali jarak jauh atau autopilot saat ini mulai populer untuk pengguna secara umum dan luas. Teknologi multi-tasking yang awalnya digunakan hanya untuk kepentingan di bidang militer, kini mulai dilirik untuk fungsi-fungsi lain.

Dalam menjalankan misi militer, drone difungsikan untuk mengangkut senjata dan peralatan militer lainnya. Dengan menggunakan hukum aerodinamika, alat ini mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Naufal Achmad, Ahli Sistem Informasi Geografis (GIS) dan dosen fakultas kehutanan di Kota Makassar menjelaskan bahwa sampai saat ini masih ada beberapa kalangan yang belum mengetahui apa definisi dan maksud pembuatan drone.

“Drone atau yang biasa disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV) didefinisikan sebagai wahana udara tanpa awak yang dapat dikendalikan dari jarak tertentu. Jadi intinya adalah ada pesawat (wahana) udara tanpa ada orang di dalamnya melainkan dikendalikan dari jarak tertentu oleh operator,” jelasnya saat diwawancarai di Makassar (14/05).

Lebih lanjut ia jelaskan bahwa wahana udara yang dimaksud bukan hanya berpatokan pada model pesawat pada umumnya, “karena sampai saat ini sudah banyak sekali model wahana udara ini tergantung kategori tipenya, ada yang dibedakan dari sayapnya, posisi motor/dynamo, bentuknya, jangkauannya, system-type powernya, sampai pada fungsi dan kegunaannya.”

Fungsi istimewa yang dimiliki drone menyebabkan penggunaannya mulai melebar ke bidang photography udara, jurnalisme, hingga riset. Untuk kelas photography udara juga sudah sangat beragam jenisnya, mulai pengambilan video dan foto, monitoring, hingga penggunaan untuk system informasi geografis (SIG). (Baca : Pesawat Tanpa Awak (Drone), Kebutuhan Daerah dan Akademisi)

Naufal menganggap bahwa keistimewaan drone terletak pada kombinasi multi disiplin ilmu seperti penggunaannya untuk kebutuhan pemetaan dan identifikasi sumber daya alam (Resouce Mapping) yang merupakan pengembangan dan kombinasi teknologi fotografi dan teknologi GIS. “Beberapa spesifikasi dari jenis drone dapat bekerja untuk mengidentifikasi serbuk sari atau pollen tanaman, tanaman yang rusak, luasan dan objek lainnya di hutan, volume dan objek lainnya pada bukit/gunung, kerapatan dan jenis vegetasi, areal yang memiliki titik panas, dan masih banyak lagi.”

Contoh hasil dari penggunaan drone  (Gambar: google)

Seluruh fungsi itu, lanjut Naufal, teradopsi dalam drone. “UAV ini sudah memiliki piranti kamera dan sistem yang mempuni dari segala aspek kebutuhan, misalnya dari segi kamera, kamera yang dimasukkan dalam drone antara lain, RGB, NIR (Near Infrared), Multispectral, Hyperspectral, Normalized Difference Vegetation Index sensor (NDVI),” ungkapnya.

Kelengkapan ini ditunjang sistem operasi advance autopilot, tracker, image stabilization, take-off and landing automated, serta didukung berbagai macam software pengelolaan yang sangat baik. “Seluruh komponen drone ini akan mengeluarkan data yang sangat detail dengan resolusi gambar serta akurasi di bawah 10 cm,” tambahnya.  (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *