Ilmuwan Cambridge University Ciptakan Pesawat Hybrid Berbahan Bakar Fosil

 Ilmuwan Cambridge University Ciptakan Pesawat Hybrid Berbahan Bakar Fosil

Pesawat Boeing hybrid yang menggunakan bahan bakar fosil dan batterai (Gambar: full-timewhistle.com)


Medialingkungan.com – Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan kini mulai diterapkan oleh tim riset produsen pesawat Boeing bersama, dengan ilmuwan dari Cambridge University. Mereka telah berhasil menciptakan pesawat Hybrid yang berbahan bakar dari fosil. Pesawat ini diklaim sebagai yang pertama menggunakan bahan bakar non-avtur. Bahan bakar yang digunakan pun diklaim 30 persen lebih sedikit dibanding pesawat sejenisnya.

Dilansir dari situs CNET Rabu (21/01), kabarnya pesawat ini mampu melakukan pengisian bahan bakar meskipun dalam keadaan terbang. Uniknya lagi, pesawat ini dapat bekerja secara otomatis tanpa dikemudikan pilot.

Penggunaan bahan bakar ini telah melalui uji coba sebelumnya menggunakan pesawat yang sama meskipun dengan bobot yang berbeda, yakni 140 kilogram. Uji coba dilakukan di Sywell Aerodrome, tidak jauh dari kota Northhampton, Inggris. Tim menguji kemampuan pesawat, khususnya saat lepas landas dan mendarat. Pesawat ini mampu terbang pada ketinggian 1.500 kaki atau 460 meter.

Selain memanfaatkan berbahan bakar fosil, pesawat ini mengandalkan teknologi baterai. Baterai yang digunakan berbahan lithium-polymer, seperti baterai yang digunakan pada laptop. “Teknologi baterai masih menjadi andalan kendaraan hybrid, seperti pada mobil serupa yang sudah ada dalam sepuluh tahun terakhir,” ujar Paul Robertson, Ketua tim dari Departemen Teknik Cambridge.

Paul menambahkan, mesin pada pesawat ini merupakan buatan honda yang dikombinasikan dengan 10 kilowat motor dan generator. Seperti pada kendaraan listrik, pada saat cruising, tidak banyak tenaga yang dibutuhkan.

Lebih lanjut ia jelaskan bahwa terdapat pengaturan pada mesin untuk mengefektifkan penggunaan bahan bakar. Caranya dengan memilih ke fitur Generator Mode. Mesin dan motor akan bekerja cepat secara bersamaan pada saat lepas landas, oleh karena itu proses lepas landas membutuhkan tenaga paling besar.

“Misi kami adalah menemukan solusi inovatif dan teknologi untuk mengatasi tantangan serta mengembangkan lingkungan yang lebih baik,” ucap perwakilan Boeing, Marty Bradley. (AH)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *