Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Karena Perburuan Liar, 100 Badak Afrika Selatan Dilarikan dari Habitatnya
Salah satu badak disimpan di Taman Nasional Kruger di Propinsi Mpumalanga sejak August 26, 2014. (Gambar: Siphiwe Sibeko)
Medialingkungan.com – Afrika Selatan mengumumkan bahwa pihaknya telah mentransfer sekitar 100 badak dari taman nasional Kruger ke berbagai Negara tetangga sebagai upaya untuk mengurangi pembantaian badak secara illegal agar populasinya tetap terjaga.
Negara-negara yang menjadi tempat tujuan transfer ratusan badak tersebut tidak akan disebutkan namanya karena alasan keamanan, tutur Edna Molewa, Menteri Lingkungan Hidup Afrika Selatan.
Negara yang menjadi rumah bagi 80 persen populasi badak di dunia ini sekarang mengalami krisis akibat perburuan liar yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah Afrika Selatan mencatat bahwa sekitar 1.215 ekor badak dibantai secara liar sejak tahun 2014. Data terbaru ini mengungkap kenaikan jumlah dibandingkan data tahun sebelumnya.
Para ahli konservasi mengatakan bahwa Botswana merupakan negara yang paling potensial dijadikan sebagai tempat transfer satwa ini. Botswana memiliki wilayah yang cikup luas dan penduduknya yang sangat sedikit sehingga kemungkinan untuk terjadinya perburuan sangat sedikit. Sedangkan untuk Negara Mozambik dipastikan tidak akan masuk dalam daftar Negara transfer karena rekor perburuan di Negara tersebut yang juga terbilang tinggi.
Kebanyakan pemburu mengambil culah badak untuk dijual di Negara Cina dan Vietnam. Negara tersebut menjadikan culah badak sebagai obat tradisional. Akhir-akhir ini permintaan untuk culah badak melonjak naik.
Menurut para ahli konservasi, cula badak dipasaran dihargai sebesar $65.000 Dollar per kg harga ini lebih besar dari emas atau platinum sekalipun. (UT)