KLH India Belajar Pengelolaan Lingkungan Perusahaan di Indonesia

 KLH India Belajar Pengelolaan Lingkungan Perusahaan di Indonesia

India akan belajar mengenai program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup kepada Indonesia (Gambar: Dok)


Medialingkungan.com – India berniat untuk belajar mengenai Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) kepada Indonesia. Hal ini disampaiakan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah, usai membuka pelatihan PROPER Study Tour bersama Kementerian Lingkungan Hidup India dan World Bank di Jakarta, Senin (18/5).

Karli mengatakan, India telah menggunakan company control terkait pengelolaan lingkungannya tetapi upayanya belum berhasil. “Karena itu, dengan fasilitas Bank Dunia mereka ingin belajar, bagaimana keberhasilan PROPER yang telah Indonesia jalankan,” katanya.

Menurutnya, tingkat kepatuhan perusahaan atau industri di Indonesia dalam pengelolaan lingkungan hidup meningkat pesat. Ketaatan perusahaan dalam menjalankan PROPER meningkat dari 49 persen di 2004 menjadi 74 persen di 2014. “Hal itu yang membuat mereka jadi ingin tahu bagaimana misalnya industri di sini bisa mereduksi limbah B3, efisiensi energi, hingga mampu melakukan konservasi air. Mereka ingin tahu sejarah PROPER, mekanismenya, kriterianya hingga akhirnya berhasil.”

Format PROPER, sambung Karli, sudah diadopsi banyak negara seperti Tiongkok, Filipina, Meksiko, dan Ghana. Hal demikian dipandang dari sisi kriteria penilaian dan mekanismenya. Keinginan India untuk datang langsung belajar ke Indonesia merupakan bagian dari “Kerja Sama Selatan-Selatan”.

“Ada lebih 12 negara yang mengadopsi ini. Tapi lagi-lagi India ingin dapat kesan langsung dari Proper ini dengan datang ke Indonesia,” ujar dia.

Dikabarkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup India akan diajak ke PT Bukit Asam untuk melihat tambang yang bisa mengikuti aturan lingkungan dan telah memperoleh Proper hijau. Kemudian, perwakilan dari India juga akan diajak melihat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Tawar yang juga memperoleh proper hijau karena berhasil mereduksi biaya hingga miliaran rupiah. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *