Mahasiswa UGM Temukan Aplikasi Mitigasi Bencana via Google Glass

 Mahasiswa UGM Temukan Aplikasi Mitigasi Bencana via Google Glass

Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Mitigasi Bencana lewat Kacamata Pintar (gambar : Universitas Gadjah Mada)


Medialingkungan.com – Bulan Juni lalu beberapa mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terbentuk dalam satu tim riset, mengembangkan metode untuk memudahkan mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana.

Dengan sajian berbasis audiografis, aplikasi yang diberi nama Quick Disaster ini menampilkan tahapan antisipasi dari sejumlah bencana alam, seperti erupsi gunung berapi, hujan abu vulkanik, gempa bumi, tanah longsong, angin topan tornado, kebakaran, banjir, dan tsunami.

Penemuan aplikasi Quick Disaster ini melibatkan lima orang mahasiswa. Mereka adalah Daniel Oscar Baskoro, Zamsyari, Bahrunur, Sabrina Anggraini, dan Maulana Rizki.

Aplikasi ini hanya dapat diakses melalui Google Glasses. Menurut Daniel Oscar Baskoro, salah satu anggota tim riset ini menengarai bahwa penggunaan Google Glasses ini dikarenakan informasi yang ditampilkan lebih cepat dan ringkas dibandingkan menggunakan perangkat mobile.

Kendati peneyempurnaan terhadap fitur-fitur canggih belum terealisasi, namun Sabrina Anggraini beharap – melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya bencana.

Quick Disaster karya mahasiswa UGM ini berhasil mendapatkan penghargaan Global Winner dalam kompetisi aplikasi yang diadakan oleh Bank Dunia bertajuk “Code For Resilience” di London pada 30 Juni 2014.

Tropi kemenangan diserahkan secara langsung dalam acara penghargaan Understanding Risk Forum, di ExCel, London.

Penyerahan penghargaan dihadiri ratusan kalangan professional, diantaranya Walikota London, pejabat dari Bank Dunia, dan beberapa perusahaan dan mitra yang mendukung acara ini seperti Google, Microsoft, Mozilla, Net Hope dan sebagainya. Tidak hanya itu, beberapa jurnalis dari media di seluruh dunia juga hadir dalam acara penghargaan tersebut.

Oscar Baskoro, Project Manager dari aplikasi Quick Disaster mengatakan bahwa peserta yang mengikuti kompetisi ini berasal dari banyak negara. Tim Quick Disaster berhasil melewati proses kompetisi setelah berhasil terpilih ke dalam sepuluh besar pada seleksi awal dan selanjutnya terpilih menjadi Global Winner.

“Aplikasi ini dikembangkan dari sebuah riset yang kami lakukan di kampus. Rupanya, aplikasi ini membuahkan hasil dan mampu menunjukan kalau karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat dunia,” kata Oscar dalam laman resmi UGM.

Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna akan mendapatkan tiga informasi penting terkait tentang bencana. Pertama, sebelum bencana, menampilkan informasi riwayat bencana suatu daerah; Kedua, saat bencana, yaitu menampilkan informasi solusi ketika terjadi bencana; dan terakhir adalah pasca bencana, yaitu proses rehabilitasi lewat fitur yang terintegrasi dengan foto daerah bencana melalui sosial media. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *