New York Segera Kurangi Populasi Angsa Bisu

 New York Segera Kurangi Populasi Angsa Bisu

Angsa Bisu yang ada di New York (Gambar: gakuku)


Medialingkungan.com – Menanggapi keluhan masyarakat terkait angsa bisu (Cygnus olor) di New York, Amerika serikat, pejabat lingkungan setempat rencananya segera mengurangi populasi hewan tersebut seperti disebutkan The New York Times.

Pengendalian burung anggun yang diperkenalkan oleh Eropa pada akhir 1800-an ini dilakukan karena dianggap telah menjadi gangguan sebab seringkali menyerang masyarakat.

Selain itu, hewan ini juga dianggapmengancam keselamatan pesawat terbang serta merusak air lantaran kotorannya mengandung bakteri e coli.

Untuk mengatasi hal tersebut, otoritas lingkungan New York akan menempuh langkah awal dengan tidak membunuh angsa tersebut seperti kliping sayap ditaman dan meminyaki telur sehingga mereka tidak menetas.

Namun langkah tersebut memerlukan biaya mahal dan komitmen pendanaan serta bantuan dalam proses pengendaliannya. Sehingga tidak menutup kemungkinan otoritas lingkungan setempat akan melakukan pembunuhan massal terhadap burung satu ini.

Kedepannya, mereka akan membuat peraturan yang melarang masyarakat untuk memberi makan angsa dan akan mempertimbangkan untuk menambahkan mereka ke daftar burung yang bermigrasi, serta mengizinkan para pemburu untuk menembak.

Akan tetapi hal ini juga menuai kecaman dari para aktivis penyayang binatang. Salah satunya dari pendiri Goose Watch NYC, David Karopkin yang menyayangkan hal tersbut sebagaimana yang dituliskan Tempo.

“Sungguh tidak masuk akal memusnahkan seluruh spesies yang sudah tinggal di negara bagian ini selama lebih dari 150 tahun atau hampir 200 tahun,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Medialingkungan, rencananya mereka akan mengurangi jumlah hewan ini di wilayah New York, termasuk daerah Long Island dan Hudson Valley, dari 2.000 burung menjadi kurang dari 800 burung. (Mirawati)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *