Pemerintah Tuntut Industri di Jateng agar Ramah Lingkungan

 Pemerintah Tuntut Industri di Jateng agar Ramah Lingkungan

Ilustrasi (Gambar: tinypic)


Medialingkungan.com – Industri di Jawa Tengah (Jateng) sampai saat ini masih terkendala dengan pasokan energi. Upaya untuk mengatasi permasalahan itu setiap pelaku diwajibkan untuk melakukan penghematan energi dan mengembangkan industri yang ramah lingkungan.

Selama ini di Jawa menjadi jantung perindustrian nasional dan telah memberikan dampak positif bagi negara dengan mengendalikan lebih dari 50 persen kontribusi sektor industri terhadap perkonomian nasional. Namun dilain pihak, bertambahnya jumlah industri ternyata memeliki dampak terhadap lingkungan karena penggunaan energi yang terlalu besar.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Prijo Anggoro menghimbau kepada semua pelaku industri untuk melakukan konservasi energi dan mengembangkan industri yang ramah lingkungan.Menurutnya, di tahun 2014Disperindag Jateng telah mencatat sebanyak 867 industri besar dan 423.124 industri kecil dan menengah yang ada di Jateng.

”Dari data itu jelas terlihat bahwa penggunaan energi di Jateng cukup besar, karena sumber energi industri sebagian besar menggunakan listrik, sehingga otomatis timbul potensi pencemaran karena menghasilkan limbah atau emisi dalam jumlah besar yang penanganannya kurang memadai. Hal tersebut tentunya akan membahayakan lingkungan,” ujar Prijo Anggoro, Jum’at (20/2), dikutip dari suaramerdeka.com.

Pria kelahiran 22 Agustus 1961 ini mengungkapkan untuk terus mendukung upaya pelaksanaan penerapan konservasi energi demi mewujudkan terciptanya kawasan industri hijau, Disperindag Jateng akan terus mensosialisasikan kepada pelaku industri terkait kawasan industri hijau. Contohnya dengan melakukan penghematan energi dan terus mengembangkan sumber-sumber energi alternative, katanya. (DM)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *