Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Perusahaan Sawit Kembali Berekspansi di Hutan Afrika
Tampakan atas pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan karet di Hutan Tropis Afrika (Gambar:mongabay)
MediaLingkungan.com – Greenpeace Afrika mengeluarkan peringatan bahwa spesies kera besar langka yang berhabitat di hutan hujan terancam punah akibat ekspansi proyek agribisnis yang dilakukan oleh perusahaan Indo Azur di Afrika Tengah. Peringatan tersebut dikeluarkan Greenpeace setelah melakukan pengamatan hasil citra satelit yang menunjukkan, lebih dari 3.000 hektar hutan di daerah Dja Faunal Reserve yang terletak di Kamerun telah hancur dan beralif fungsi menjadi perkebunan karet dan kelapa sawit.
Indo Azur melakukan penebangan secara besar-besaran, bahkan lebih besar dibandingkan perusahaan asal Amerika Serikat, Herakles Farms. “Perkembangan Agro-industri akan segera muncul sebagai ancaman atas keanekaragaman hayati di kawasan hutan tropis Afrika,” kata Asisten Profesor Antropologi di Universitas James Madison, Joshua Linder, dilansir oleh Greenpeace.
Joshua Linder mengatakan, perusahaan itu bukan hanya menyasar lahan di daerah bagian Afrika tengah saja, namun sebuah area hutan yang lebih luas lebat di Littoral, Kamerun, juga telah dipersiapkan untuk dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun medialingkungan.com, daerah yang dijadikan target itu berdekatan dengan Hutan Ebo, habitat beberapa spesies yang langka seperti simpanse, gajah, dan hewan primata lainnya.
Greenpeace menganggap, perusahaan asing mendominasi konsesi pertanian pada skala industri hampir di seluruh Afrika Barat dan Tengah. Perusahaan-perusahaan ini ditengarai tidak memiliki perencanaan dalam penggunaan lahan. Hal ini sering menghasilkan konflik sosial karena perusahaan ini tidak memiliki persetujuan dari masyarakat setempat saat melakukan pembukaan lahan. Konsesi ini juga dinilai memiliki dampak ekologis yang besar, terutama pada spesies satwa liar yang terancam punah. (IW)