Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Piala Dunia 2014 : Cooling Break, Saat Suhu di Atas Normal
Cooling break saat pertandingan Belnda kontra Meksiko malam tadi (gambar:tribun)
Medialingkungan.com – Gelaran piala dunia kali ini, cooling break dilakukan di tengah pertandingan agar pemain memiliki waktu rehidrasi. Federasi sepak bola dunia (FIFA) sejak awal telah membuat kebijakan tentang cooling break pada gelaran piala dunia 2014. Hal ini dilatarbelakangi oleh letak geografis negara Brasil yang dilintasi garis khatulistiwa dan beriklim tropis.
FIFA memutuskan bahwa tambahan waktu untuk cooling break bisa diberikan ketika suhu berada di atas 32 derajat celcius. Hal ini bertujuan agar ion dan cairan yang hilang dari tubuh dapat diisi ulang.
dr Arie Sutopo, SpKO, Ketua Bidang IPTEK KONI DKI Jakarta mengatakan, jika terserang dehidrasi, pemain akan akan mengalami heartstroke jika tidak dilakukan cooling break.
“Kalau sudah dehidrasi tapi tetap bermain, nanti bisa terserang heatstroke. Gejalanya itu pusing, muntah-muntah, hingga pingsan dan kejang-kejang” tutur dr Arie ketika dihubungi detikHealth, Senin (30/6/2014).
Dijelaskan dr Arie bahwa kelembapan dan suhu udara yang tinggi membuat pemain mengeluarkan keringat lebih banyak. Karena itu, risiko dehidrasi pun menjadi lebih tinggi, yang menyebabkan pemain rentan mengalami heatstroke.
dr Arie menegaskan bahwa cooling break mutlak dilakukan sesuai dengan arahan yang sudah diberikan oleh FIFA. Perihal anggapan bahwa cooling break merusak alur dan ritme permainan, ia mengatakan bahwa hal tersebut kalah penting dibanding kesehatan atlet.
“Sebagai dokter kan yang paling utama adalah kesehatan kesejahteraan atlet, bukan prestasi atau kemenangan. Jika nanti mengabaikan kesehatan juga kan dia nggak akan bisa berprestasi,” tegas dr Arie lagi.
Pada laga Piala Dunia 2014 semalam (29/06), pertandingan Belanda vs Meksiko di Estadio Castelao, Fortaleza, wasit Pedro Proenca memberikan istirahat untuk menurunkan suhu tubuh selama tiga menit.
Ketika cooling break, para pemain diminta untuk minum agar keringat yang keluar dapat terganti. Selain itu, mereka juga diminta mengompres kepala untuk menurunkan suhu tubuh sehingga tidak terlalu tinggi. Pasalnya, suhu di stadion menembus 38 derajat Celcius.
Sebelumnya, cooling break juga diberikan pada laga antara Amerika Serikat kontra Portugal sekaligus Cooling Breaks Pertama Di Piala Dunia 2014. (MFA)