WFP Beberkan 8 Fakta Hubungan Bencana Alam dan Kelaparan via Twitter

 WFP Beberkan 8 Fakta Hubungan Bencana Alam dan Kelaparan via Twitter

Gambar: World Food Programme)


Medialingkungan.com – World Food Programme (WFP) atau Program Pangan Dunia melakukan kampanye menggunakan media sosial, twitter, pada tanggal 9 Maret 2015 lalu. Organisasi yang didirikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 1960 ini rupanya tak ingin ketinggalan dalam memanfaatkan pesatnya pekembangan teknologi informasi saat ini. Dalam kampanyenya, WFP mengangkat tema ‘8 Facts On Disasters, Hunger and Nutrition’ atau 8 Fakta Pada Bencana, Kelaparan dan Gizi. Hal ini dilatar belakangi oleh risiko besar yang menimpa masyarakat akibat bencana alam, yang salah satunya penyebabnya adalah perubahan iklim.

Sesuai dengan temanya, kedelapan fakta yang ditulis ini antara lain, (1) Lebih dari 80 persen orang di dunia berada pada kondisi ‘rawan’ pangan dan orang-orang ini mayoritas tinggal di negara-negara yang memiliki potensi besar tejadi bencana alam dengan risiko kerusakan lingkungan yang parah. (2) Lebih dari 10 pesen populasi dunia (980 juta orang) berpenghasilan kurang dari US $ 1,25 atau Rp 16.468 (Kurs Rupiah hari ini: 1$ = Rp13.175) per hari untuk daerah pedesaan, di mana mereka sangat bergantung pada sektor pertanian dan menghadapi risiko bencana alam.

(3) Pada tahun 2050, kelaparan dan kekurangan gizi pada anak bisa meningkat hingga 20 persen akibat dari bencana terkait perubahan iklim. (4) Lebih dari 20 persen atas variasi risiko tersebut berada di negara-negara berkembang yang ditentukan oleh faktor lingkungan, terutama kekeringan. (5) Studi dari Bangladesh menunjukkan peningkatan angka anak yang kurus dan kurang gizi setelah dilanda banjir, yang dikarenakan kurangnya asupan makanan, akibat sulitnya memberikan penanganan yang tepat pada makanan yang telah terkontaminasi.

(6) Di Filipina, selama dua dekade terakhir, angka kematian bayi meningkat 15 kali lipat dalam 24 bulan pasca peristiwa angin topan yang terjadi di wilayah tersebut, dan kebanyakan dari korban itu adalah anak-anak perempuan. (7) Kekeringan memiliki dampak yang besar pada keanekaragaman makanan, dan akan mengurangi konsumsi makanan secara keseluruhan Di Niger, tanpa memandang dari tempat kelahiran mereka, dan anak yang lahir selama musim kemarau 2x lebih rawan mengalami kekurangan gizi pada usia antara 1 dan 2 tahun.

Dan (8) Kelaparan tidak bisa dihilangkan dalam hidup kita tanpa membangun ketahanan masyarakat yang rentan terhadap meningkatnya risiko bencana dan perubahan iklim.

Kedelapan temuan ini merupakan informasi penting yang menyangkut hubungan antara bencana dan kelaparan, yang juga merupakan program prioritas utama WFP yang akan dipaparkan pada Konferensi Dunia untuk Pengurangan Risiko Bencana (WCDRR) di Jepang, 14-18 Maret mendatang. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *