18 Desa di Bruno Alokasikan APBDes Untuk Konservasi Mata Air

 18 Desa di Bruno Alokasikan APBDes Untuk Konservasi Mata Air

Warga desa di Bruno menjaga mata air dengan membiarkan pohon ‘penangkap’ hujan tetap tumbuh didekatnya. (Gambar: Jarot Sarwo)


Medialingkungan.com – Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo menyisihkan dana APBDes untuk digunakan sebagai upaya mengonservasi sumber air. Sebanyak 18 desa di Kecamatan Bruno mendistribusikan dana desa (minimal) sebesar Rp 500 ribu/desa untuk membeli bibit pohon yang ditanam pada hutan lindung.

“Upaya itu dilakukan untuk mencegah kecamatan tersebut dari bencana kekeringan. Sudah beberapa tahun ini desa kami imbau menyisihkan sebagian anggaran bantuan dari pemerintah untuk penghijauan, mereka mau mematuhi anjuran itu,” ungkap Hasan, Sekretaris Kecamatan Bruno, kepada KRjogja.com, Minggu (30/08).

Hasan mengatakan, aliran dana dari desa tersebut akan dibelikan jenis bibit pohon yang berfungsi untuk menyimpan cadangan air seperti beringin, trembesi, dan bulu. Pemerintah juga telah mengimbau agar pemilihan jenis bibit pohon bukan dari jenis pohon produksi sehingga menghidarkan pohon dari penebangan liar. Meskipun, ada beberapa desa yang masih menanam pohon produksi.

“Tapi kami ingatkan untuk tidak membeli albasia karena umurnya terlalu pendek, minimal beli bibit mahoni,” tuturnya.

Menurutnya, gerakan penghijauan tersebut diharapkan agar warga termotivasi untuk untuk menanami kebun mereka dengan jenis pohon yang fungsinya konservasi.

“Tanam sekarang, manfaatnya dirasakan minimal sepuluh tahun yang akan datang. Bruno yang selama ini dikenal sejuk, akan selalu terjaga kondisinya,” terangnya. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *