Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Wei-Hock Soon Terima Suap dalam Mengungkap Fakta Perubahan iklim
Dr Willie Wei-Hock Soon (Gambar: NY Times)
Medialingkungan.com – Greenpeace mengungkap fakta mengenai adanya permainan antara Wei-Hock Soon, ilmuan yang membantah tentang gejala perubahan iklim, dengan beberapa perusahaan, utamanya perusahaan yang bergerak di bidang energi.
Greenpeace menemukan sejumlah dokumen yang digunakan oleh Ilmuan yang bernama lengkap Dr Willie Wei-Hock Soon pada Jaringan Informasi Publik Amerika Serikat (FOIA).
Pada Januari 2015 lalu, dilansir dalam salah satu lembaga penyedia sumber informasi, SourchWatch, dikatakan bahwa Soon berserta tiga rekan lainnya menolak penyebab perubahan iklim merilis karya tulis ilmiah yang di publikasi pada Science Bulletin.
Dalam artikel tersebut, Soon mengatakan, IPCC keliru dalam menggunakan metodoli penelitian saat memperkirakan perubahan suhu secara global.
Redaksi Scince Bulletin yang mempublikasikan karya tulisnya juga mengeluhkan tindakan Soon yang tidak memberikan sumber informasi terkait pendanaan dalam penelitian tersebut. Greenpeace menduga bahwa sumber pendanaan itu berasal dari perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang pengelolaan energi.
Berdasarkan lansiran The New York Times, Soon ditengarai telah dibayar sebesar US$ 1.3 juta atau sekitar 15 miliyar rupiah oleh perusahaan energi untuk menerbitkan sejumlah karya ilmiah tentang penolakan perubahan iklim.
Times juga mengungkap bahwa peritstiwa ini tidak hanya terjadi satu kali saja. Sebelumnya, pada 2011, Soon dikabarkan menerima ‘dana gelap’ sebesar US$ 131 ribu atau sekitar 1.6 miliar rupiah dari ExxonMobil untuk membuat kajian pengaruh matahari terhadap perubahan iklim.
“Padahal, kebenaran laporan tersebut dipertanyakan,” tulis Times seperti dikutip dari The Verge, Selasa (24/02).
Soon dikabarkan hanya memberikan sedikit latar belakang tentang perubahan iklim yang dipengaruhi matahari. Bahkan, Soon berani menulis bahwa mataharilah yang meningkatkan suhu bumi, bukan aktivitas manusia.
Dalam satu kesempatan, Ketua Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum Senator, James Inhofe, pernah mengutip laporan yang dibuat Soon. Ia menganggap bahwa hasil penelitian Soon tak terbantahkan.
Namun, Kert Davies, Direktur Eksekutif Climate Investigations Center, menunjukan data di lapangan bahwa perubahan iklim terjadi akibat semakin tinggi pemakaian bahan bakar fosil. Davies menyebut data yang dipakai Soon dalam karya ilmiahnya tidak menggunakan data-data hasil penelitian terbaru. Karya ilmiah Soon dianggap sudah kadaluarsa dan tidak valid.
“Karya Soon tak memasukkan data terbaru tentang aktivitas manusia dan perusahaan minyak-tambang,” ujar Davies.
Sementara itu, Charles R. Alcock, Direktur Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, tempat Soon bekerja sebagai peneliti paruh waktu, menyebut Soon telah melanggar standar penelitian ilmiah.
“Karena ulah Soon, sains telah diputar-balikkan,” ujarnya.
Tidak cukup sampai di situ. Pada 2013, Soon mengklaim bahwa tidak ada bukti yang mengungkapkan bahwa Bumi berubah dengan cara yang berbahaya. “Tidak ada data eksperimen yang ada, yang mendukung pandangan bahwa iklim bumi berubah dengan cara yang berbahaya,” kata Soon.
Pada bulan September 2014, Soon juga menulis sebuah opini di Washington Times bersama Christopher Monckton yang mengkritik karya Panel Antar-pemerintah PBB tentang Perubahan Iklim (IPCC). Ia mengklaim bahwa sebagian besar masalah mendasar dalam pemahaman kita tentang perubahan iklim, masih belum matang.
Pada bulan November 2014, Ia juga menuduh IPCC sedang menakut-nakuti semua orang berdasarkan laporan yang dibuatnya – yang mengungkap bahwa emisi gas rumah kaca dan efek antropogenik (campur tangan manusia) lainnyalah yang menjadi penyebab dominan pemanasan global – yang diamati sejak abad pertengahan ke-20.
Di samping itu, Soon juga tidak mau mengakui bahwa IPCC dan dirinya tidak dalam kondisi berkonflik. Ia hanya mengungkapkan fakta temuan berdasarkan penelitian yang ia lakukan bersama rekannya. (AH)